Benjamin Netanyahu Klaim Iran Kehilangan Kemampuan Nuklir dan Rudal

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Iran telah kehilangan kemampuan untuk melakukan pengayaan uranium dan memproduksi rudal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (19/3).

Menurut Netanyahu, capaian tersebut merupakan bagian dari dua dari tiga tujuan utama serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Ia menambahkan, tujuan ketiga terkait perubahan rezim kini bergantung pada dinamika internal di Iran.

“Revolusi tidak terjadi dari udara, dan ada banyak opsi di darat yang tidak akan saya ungkapkan,” katanya, dikutip Holopis.com, Jum’at (20/3).

Netanyahu juga menyinggung serangan Israel terhadap ladang gas alam Iran di Teluk Persia yang terjadi pada Rabu (18/3). Ia mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada Amerika Serikat.

“Presiden Trump meminta kami menunda serangan berikutnya, dan kami menundanya,” ujarnya.

Selain itu, Netanyahu menyatakan bahwa Israel dan AS telah melakukan operasi bersama yang berdampak pada kekuatan militer Iran. Ia menyebut seluruh armada angkatan laut Iran di Laut Kaspia telah dihancurkan. Terkait durasi konflik yang sedang berlangsung, Netanyahu mengatakan operasi militer akan terus berjalan sesuai kebutuhan.

Pada saat konferensi pers berlangsung, Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah wilayah Israel. Sirene serangan udara pun berbunyi di wilayah utara Israel. Layanan darurat Israel menyatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Pernyataan Netanyahu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Konflik memanas sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian direspons Iran melalui serangan balasan ke sejumlah target di Timur Tengah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA