Ekspor Kerajinan RI Tembus USD 806 Juta, Kemenperin Agresif Bidik Pasar Global

0 Shares

HOLOPIS.COM, YOGYAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah agresif untuk memperkuat posisi industri kreatif Indonesia di kancah internasional. Melalui kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 yang digelar di Yogyakarta, pemerintah secara resmi “menjodohkan” 50 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan para pembeli (buyer) potensial dan jaringan hotel berbintang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa temu bisnis ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan langkah strategis untuk memperluas ekosistem industri kerajinan yang berbasis budaya dan kreativitas.

“Melalui forum ini, pelaku IKM dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri. Ini adalah upaya kita memaksimalkan potensi besar industri kerajinan dalam memperkuat identitas budaya global sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi,” ujar Agus dalam keterangan resminya.

Lonjakan Ekspor yang Fantastis Sektor kerajinan Indonesia terbukti kian diminati pasar dunia. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan data yang cukup mengejutkan.

Nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2025 melonjak hingga USD806,63 juta. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD698,62 juta.

“Pasar utama kita saat ini adalah China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa. Kenaikan ini membuktikan bahwa kualitas produk nasional sangat kompetitif di level global,” jelas Reni.

- Advertisement -

Target Sektor Perhotelan dan Interior Selain pasar luar negeri, Kemenperin membidik sektor hospitality dalam negeri sebagai pasar utama baru. Dalam kegiatan ini, IKM dipertemukan langsung dengan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Targetnya adalah menjadikan produk kerajinan lokal sebagai elemen utama dalam dekorasi interior, furnitur, hingga kebutuhan operasional hotel dan restoran di seluruh Indonesia.

Tak hanya soal pemasaran, para pelaku IKM juga dibekali pemahaman mengenai legalitas bahan baku melalui Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Hal ini bertujuan agar produk kerajinan Indonesia tidak hanya indah dan kreatif, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan (sustainability) yang kini menjadi tuntutan pasar internasional.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menambahkan bahwa rangkaian acara ini mencakup sesi one-on-one desk di mana pelaku usaha bisa berkonsultasi langsung mengenai peningkatan kualitas produk agar sesuai dengan selera pasar terkini.

“Kami berharap semakin banyak IKM yang naik kelas dan mampu menembus pasar global secara berkelanjutan,” pungkas Budi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU