HOLOPIS.COM, JAKARTA – Forum Kebangsaan yang beranggotakan para mantan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 1999–2024 menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, untuk membahas berbagai isu strategis nasional.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu menyoroti sejumlah persoalan penting, mulai dari stabilitas politik, tekanan ekonomi nasional, hingga dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Anggota DPR RI sekaligus inisiator forum tersebut, Bambang Soesatyo, mengatakan diskusi ini menjadi ruang penting bagi para tokoh bangsa untuk memberikan pandangan strategis kepada pemerintah.
“Negara saat ini membutuhkan pemikiran dari para tokoh bangsa. Ancaman dari dalam dan luar negeri harus diantisipasi dengan pandangan yang jernih dari mereka yang pernah memimpin lembaga negara,” ucap Bamsoet, sapaan akrabnya.
Menurut dia, diskusi yang berlangsung pada Minggu malam itu berjalan hangat sekaligus kritis. Para peserta berasal dari berbagai periode kepemimpinan sejak era reformasi sehingga memiliki pengalaman langsung dalam pengambilan kebijakan negara.
“Salah satu tugas kita adalah membantu menenangkan rakyat agar tidak terjebak dalam kekhawatiran berlebihan,” tutur Ketua MPR RI periode 2019–2024 dan Ketua DPR RI periode 2017–2019 itu.
Soroti Tekanan Ekonomi dan Defisit Anggaran
Selain persoalan politik, forum juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai menghadapi tantangan serius. Kebutuhan belanja negara yang meningkat untuk pembangunan hingga modernisasi alat utama sistem persenjataan dinilai memberi tekanan pada anggaran negara.
Setya Novanto menyebut pemerintah perlu mempertimbangkan langkah strategis agar ruang fiskal tetap fleksibel menghadapi tekanan ekonomi global.
“Ke depan, pemerintah perlu mempertimbangkan menaikkan batas defisit anggaran menjadi di atas 3 persen dari pendapatan domestik bruto agar ruang fiskal menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi situasi ekonomi yang semakin menekan APBN. Kerja sama antar lembaga negara juga sangat diperlukan agar berbagai persoalan rakyat dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi,” kata Setya Novanto.

