HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (11/3).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Luhut dan sejumlah anggotanya membahas dampak perekomian akibat konflik di Timur Tengah.
“Pertemuan untuk membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (12/3).
Selain itu, pertemuan itu juga membahas kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” ujarnya.
Selain membahas stabilitas energi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Teddy menyebut bahwa salah satu fokus yang disampaikan Presiden Prabowo adalah percepatan program swasembada energi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.
“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” pungkasnya.

