HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film animasi terbaru dari universe Avatar, berjudul The Legend of Aang: The Last Airbender, dikabarkan telah menyelesaikan proses produksinya. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh sutradara Lauren Montgomery melalui unggahan di Instagram.
Film ini menjadi proyek animasi layar lebar pertama dalam sejarah waralaba Avatar. Namun, meski produksi telah selesai, film tersebut tidak akan tayang di bioskop seperti rencana awal.
Dalam unggahannya, Montgomery mengungkapkan bahwa tim produksi telah menayangkan versi final film tersebut kepada seluruh kru sebagai penutup perjalanan panjang pembuatan film.
“‘Aang’ movie is officially wrapped (Film ‘Aang’ secara resmi telah selesai diproduksi),” tulis Lauren Montgomery, dikutip Holopis.com, Kamis (13/3).
Ia menjelaskan bahwa tim produksi merayakan berakhirnya perjalanan penggarapan film yang berlangsung selama empat tahun.
“We screened the final film for the crew and celebrated the end of a four year journey. Now it waits in limbo until its release in October (Kami menayangkan film final untuk kru dan merayakan akhir perjalanan empat tahun. Sekarang film ini menunggu hingga waktu perilisannya pada Oktober),” tulisnya.
Montgomery juga menyampaikan kebanggaannya terhadap seluruh tim yang terlibat dalam proyek tersebut.
“I’m so proud of everyone who was a part of this and the amazing thing we built together (Saya sangat bangga dengan semua orang yang terlibat dan dengan karya luar biasa yang kami bangun bersama),” lanjutnya.
Dialihkan dari Bioskop ke Streaming
Awalnya, The Legend of Aang: The Last Airbender direncanakan tayang di bioskop. Namun pada Desember lalu, Paramount mengumumkan perubahan rencana distribusi dan memutuskan film tersebut akan dirilis melalui layanan streaming Paramount+.
Montgomery menyebut keputusan tersebut tidak berkaitan dengan kualitas film.
“The movie is amazing!!! (Film ini luar biasa),” tulisnya.
Ia juga menanggapi anggapan sebagian orang yang mengira perpindahan ke layanan streaming terjadi karena kualitas film tidak memadai.
“The recent decision to move us from theatrical to streaming might give the impression that the quality wasn’t sufficient, but that couldn’t be farther from the truth (Keputusan terbaru untuk memindahkan film ini dari bioskop ke layanan streaming mungkin memberi kesan bahwa kualitasnya tidak cukup baik, tetapi itu sama sekali tidak benar),” jelasnya.
Menurutnya, film tersebut sebenarnya layak dinikmati di layar lebar.
“This movie deserves to be seen on a big screen (Film ini layak ditonton di layar lebar),” tulis Montgomery.
Perjalanan Panjang Menuju Perilisan
Film ini pertama kali diumumkan dengan judul Aang: The Last Airbender dan semula dijadwalkan tayang di bioskop pada 10 Oktober 2025.
Pada April 2024, jadwal tersebut kemudian diundur menjadi 30 Januari 2026. Setahun kemudian, judul resminya diperkenalkan sebagai The Legend of Aang: The Last Airbender.
Penundaan kembali terjadi pada Mei 2025 ketika jadwal rilis dipindahkan ke 9 Oktober 2026. Namun pada Desember tahun lalu, Paramount akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana perilisan di bioskop dan mengalihkan film tersebut ke layanan streaming Paramount+.
Keputusan itu juga diumumkan bersamaan dengan pengembangan serial animasi baru berjudul Avatar: Seven Havens yang juga akan dirilis melalui platform yang sama.
Layanan streaming tersebut saat ini menjadi rumah bagi berbagai proyek dari semesta Avatar, termasuk serial animasi Avatar: The Last Airbender, empat musim The Legend of Korra, serta film Avatar: The Last Airbender versi 2010.


