HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan ayam arab yang digagas oleh Dompet Dhuafa sejak 2022, terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Program ini menjadi salah satu strategi untuk membantu masyarakat memperoleh sumber pendapatan yang lebih stabil di tengah fluktuasi harga komoditas pangan.
“Jadi ini dimulai di tahun 2022. Masa itu ayam petelur itu harganya, apalagi ya, ayam horlen gitu ya yang biasa kita konsumsi itu harganya turun naik,” ujar Imam, tim spesialis ekonomi masyarakat Dompet Dhuafa, dikutip Holopis.com dalam acara Press Touring dan Buka Bersama Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa, Rabu (11/3).
Melihat kondisi tersebut, tim Dompet Dhuafa kemudian melakukan kajian untuk mencari jenis usaha peternakan yang lebih stabil bagi masyarakat. Dari hasil pengamatan, ayam arab dinilai memiliki keunggulan dari sisi sistem penjualan.
“Nah harga yang paling stabil itu ayam arab karena jualannya tidak per kilo, tapi satuan,” kata Imam.
Dengan sistem penjualan per butir telur, fluktuasi harga dinilai tidak terlalu tajam dibandingkan telur dari ayam ras yang biasanya dijual berdasarkan berat.
“Jadi harganya lebih stabil dan harganya juga relatif lebih stabil,” lanjutnya.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Dompet Dhuafa kemudian mengembangkan program pemberdayaan peternakan ayam arab bagi masyarakat penerima manfaat.
“Nah makanya kita memilih program ayam arab. Dan program ayam arab ini adalah sejenis ayam kampung sebenarnya yang mampu bertelur yaitu 250 butir per tahun,” jelas Imam.
Program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada penguatan rantai usaha dari hulu hingga hilir. Salah satu contoh pengembangannya terdapat di Zona Madinah, yang telah memiliki unit usaha dari penerima manfaat program.
“Dari zona Madinah ada satu unit usaha dari penerima manfaat,” ujarnya.
Untuk memastikan keberlanjutan usaha, Dompet Dhuafa juga membentuk tim khusus yang menangani produksi dan pemasaran.
“Jadi Pak Yahya sebagai tim produksinya kami membuat tim marketnya, sehingga ada terserap tenaga kerja,” kata Imam.




