HOLOPIS.COM, JAKARTA – Warga Washington DC dibuat terkejut setelah sebuah instalasi seni protes muncul di kawasan National Mall dekat Gedung Capitol Amerika Serikat. Instalasi tersebut menampilkan patung yang menyerupai Presiden AS Donald Trump dan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Karya seni tersebut memperlihatkan dua sosok itu berdiri dengan pose ikonik seperti adegan film Titanic, ketika tokoh utama berdiri di ujung kapal. Instalasi itu dilaporkan dibuat oleh kelompok seniman anonim bernama Secret Handshake.
Instalasi ‘King of the World’ di Dekat Capitol
Patung tersebut diberi judul King of the World, merujuk pada adegan terkenal dalam film Titanic. Dalam instalasi itu, figur yang menyerupai Trump dan Epstein digambarkan berdiri bersama dalam pose yang sama seperti karakter Jack dan Rose di film tersebut.
Sebuah papan keterangan yang ditempatkan di dekat patung itu juga memuat tulisan yang menyindir hubungan antara kedua tokoh tersebut.
“The tragic love story between Jack and Rose was built on luxurious travel, raucous parties and secret nude sketches (Kisah cinta tragis antara Jack dan Rose dibangun dari perjalanan mewah, pesta liar, dan foto telanjang rahasia),” tertulis pada plakat tersebut, dikutip Holopis.com, Rabu (11/3).
“This monument honours the bond between Donald Trump and Jeffrey Epstein (monumen ini menghormati hubungan dekat antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein),” lanjut tulisan itu.
Sejumlah wisatawan terlihat berhenti untuk memotret instalasi tersebut. Di sekitar patung juga dipasang spanduk yang menampilkan gambar kedua tokoh dengan tulisan “Make America Safe Again”.
Karya Protes Seniman Anonim
Instalasi tersebut muncul di tengah kembali menguatnya sorotan terhadap dugaan hubungan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein. Epstein diketahui pernah dituduh menjalankan jaringan eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur.
Karya ini merupakan salah satu aksi terbaru dari kelompok seniman anonim Secret Handshake yang dikenal sering menempatkan patung politik di Washington tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pada September tahun lalu, kelompok yang sama pernah memasang patung yang menggambarkan Trump dan Epstein sedang berpegangan tangan di luar Gedung Capitol. Instalasi itu kemudian segera diturunkan.
Selain itu, kelompok tersebut juga pernah membuat patung berbentuk kotoran yang menyindir pelaku kerusuhan Gedung Capitol pada 6 Januari serta menampilkan replika besar surat ulang tahun yang diduga dikirim Trump kepada Epstein.
Hubungan Trump dengan Epstein kembali menjadi perhatian setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat mulai merilis dokumen terkait kasus Epstein melalui Epstein Files Transparency Act yang disahkan pada November.
Sejumlah dokumen tersebut menyebut nama Trump bersama tokoh-tokoh terkenal lainnya. Pekan lalu, Departemen Kehakiman juga merilis catatan FBI yang merangkum wawancara dengan seorang perempuan anonim pada 2019 dalam penyelidikan terhadap Epstein.
Dalam dokumen tersebut, perempuan itu menuduh Trump pernah mencoba memaksanya melakukan tindakan seksual setelah Epstein memperkenalkan dirinya kepada Trump di New York atau New Jersey pada 1980-an, ketika ia mengaku berusia antara 13 hingga 15 tahun. FBI dilaporkan mewawancarai perempuan tersebut sebanyak empat kali pada 2019.
Trump sendiri berulang kali mengatakan hubungannya dengan Epstein berakhir pada pertengahan 2000-an dan ia mengaku tidak mengetahui dugaan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Epstein.
Beberapa dokumen yang sebelumnya dirilis juga menyebut Trump pernah beberapa kali terbang menggunakan pesawat milik Epstein pada 1990-an, meskipun Trump membantah hal tersebut.
Jeffrey Epstein meninggal dunia pada 2019 saat berada dalam tahanan ketika menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks.


