JAKARTA — Blockchain selama ini kerap identik dengan cryptocurrency. Namun, teknologi tersebut ternyata memiliki potensi jauh lebih luas dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari rantai pasok hingga sistem pemungutan suara elektronik.
Pandangan itu disampaikan Oscar Darmawan, salah satu pelaku awal industri cryptocurrency di Indonesia yang telah berkecimpung di sektor tersebut sejak 2013. Menurut Oscar, blockchain pada dasarnya merupakan infrastruktur teknologi yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan di luar perdagangan aset kripto.
“Blockchain pada dasarnya adalah sebuah infrastruktur teknologi. Penerapannya tidak terbatas pada cryptocurrency,” ujar Oscar.
Oscar yang merupakan lulusan Monash University tersebut saat ini tercatat sebagai Doctoral Candidate in Computer Science di BINUS University dan menjabat sebagai Dewan Pengawas Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
Selain dikenal sebagai salah satu pendiri Indodax, Oscar juga turut mendirikan Ayobantu, platform penggalangan dana yang membantu berbagai kegiatan sosial dan masyarakat yang membutuhkan.
Blockchain Bisa Digunakan untuk Berbagai Sektor
Menurut Oscar, blockchain dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan yang membutuhkan transparansi, pencatatan, serta kemampuan audit terhadap data.
Sejumlah penerapannya antara lain pada sistem supply chain, pencatatan dan verifikasi aset digital, tokenisasi, hingga berbagai sistem yang membutuhkan transparansi dan auditabilitas.
Ia bahkan tengah mendalami pemanfaatan blockchain dalam penelitian doktoralnya, termasuk kemungkinan penerapan teknologi tersebut dalam sistem electronic voting atau e-voting.
“Saya sendiri dalam penelitian doktoral juga mendalami kemungkinan penerapan blockchain pada sistem e-voting. Ketika saya berdiskusi dengan mahasiswa di kampus, blockchain juga menjadi salah satu teknologi yang cukup banyak menarik perhatian,” katanya.
Oscar menilai perkembangan blockchain dan aset digital dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi apabila dikembangkan dan digunakan secara tepat.
Teknologi digital, kata dia, memungkinkan perpindahan aset serta penyelesaian transaksi berlangsung lebih cepat dan efisien. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat mendukung berbagai aktivitas ekonomi.
Namun, Oscar mengingatkan bahwa pemanfaatan cryptocurrency di Indonesia tetap harus ditempatkan dalam kerangka hukum yang berlaku.
“Teknologi digital memungkinkan perpindahan aset dan penyelesaian transaksi menjadi semakin cepat dan efisien. Efisiensi tersebut pada akhirnya dapat mendukung aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara cryptocurrency dan alat pembayaran yang sah di Indonesia.




