HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Emilia Widyastuti, perempuan berusia 33 tahun penyandang tunarungu wicara yang kini bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gempeng, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dengan bahasa isyarat dan didampingi ibunya, perempuan yang akrab disapa Emi itu memperkenalkan dirinya.
“Namanya saya Esti Emilia Widyastuti, umur 33 tahun. Sebelum kerja di sini saya (bekerja) di Sragen,” kata Emi dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Sebelumnya, Emi bekerja di sebuah perusahaan plastik di Sragen selama dua tahun. Namun ia memutuskan berhenti setelah sempat sakit dan merasa kesulitan bekerja sendirian, terutama setelah teman dekatnya meninggal dunia. Selain itu, jarak tempat kerja yang mencapai sekitar 50 kilometer dari rumahnya juga menjadi tantangan tersendiri.
Kini, Emi merasa jauh lebih nyaman bekerja di dapur MBG SPPG Gempeng karena lokasinya dekat dengan rumah dan lingkungan kerjanya yang mendukung.
Ibunda Emi pun mengaku bersyukur anaknya mendapatkan kesempatan tersebut.
“Alhamdulillah dia bisa diterima di (dapur) MBG sini. SPPG Gempeng ini dekat dengan rumah kami,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak yang menerima makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Saya berterima kasih sekali kepada Bapak Presiden Prabowo yang telah membuat program MBG ini karena ini sangat bermanfaat bagi kami yang ekonominya lemah,” tuturnya.

Kesempatan kerja Emi berawal dari proses pendaftaran seperti pelamar pada umumnya. Ia dan keluarganya melengkapi sejumlah persyaratan administrasi, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) serta dokumen lain yang diminta.
“Saya mencoba saja, kalau memang Emi bisa ya dilanjutkan. Kalau tidak mampu juga tidak apa-apa. Ternyata dia mampu bekerja di sini,” jelas sang ibu.
Bagi Emi, suasana kerja yang ramah membuatnya betah. Ia mengaku senang karena memiliki banyak rekan kerja yang baik.
Ketika ditanya mengenai penghasilannya, Emi menyebut gajinya bisa ditabung dan digunakan untuk membantu keluarganya.
“Untuk ditabung, sebagian juga untuk keperluan sendiri dan membantu adiknya,” kata ibunya menjelaskan jawaban Emi.
Di akhir percakapan, Emi juga menyampaikan pesan sederhana jika suatu hari bisa bertemu langsung dengan Presiden.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo yang sudah menciptakan MBG untuk kesejahteraan masyarakat dan anak-anak sekolah,” ucapnya.


