HOLOPIS.COM, JAKARTA – Vidi Aldiano kini tak lagi mengisi ruang hiburan tanah air, sebab ia kini sudah kembali ke hariban Allah SWT karena meninggal dunia setelah berjuang keras melawan kanker yang menggerogoti ginjalnya.
Pelantun tembang Status Palsu tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB. Postingan terakhir Vidi pun langsung dibanjiri komentar duka.
Salah satunya dari pentolan Hizbut Tahrir di Indonesia, yakni Ustadz Felix Siauw. Ia menyampaikan bahwa Allah lebih sayang dengan Vidi ketimbang sahabat-sahabatnya.
“innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun, semoga kasih sayang Allah lebih dari kita semua yang di dunia bro…,” tulis Felix di kolom komentar.
Selain itu ada juga selebgram Fitriah Agustinah yang juga menyampaikan ucapan duka kepada Vidi Aldiano.
“Innalillahi wa inna illaihi rajiun… 🥺🥺🙏🏻🤍😭,” tulisnya.
Kemudian, rekan sejawat Vidi, Deddy Corbuzier juga memposting rasa duka yang sangat amat mendalam atas kepergian suami Sheila Dara Anisha tersebut. Deddy mengaku sangat patah hati mendapatkan kabar duka itu.
“… I hate my self for not knowing you longer than I should. (Aku membenci diriku sendiri karena tidak mengenalmu lebih lama dari yang seharusnya),” tulis Deddy di caption postingannya di akun Instagram pribadi @mastercorbuzier.
Lalu ada juga sahabat Vidi yang ikut terpukul dengan kabar duka tersebut, yakni Luna Maya. Ia menyampaikan doa semoga Vidi mendapatkan surga di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Rest In Love @vidialdiano, heaven gained a beautiful soul today🖤🥀,” tulis caption di post Instagram pribadinya, sembari mengunggah sejumlah foto kenangan kedatangan Vidi di acara pernikahannya dengan Maxime Bouttier di Bali.
Tentang Vidi
Vidi Aldiano memiliki nama asli Oxavia Aldiano. Ia lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ia merupakan penyanyi yang merintis karir di tahun 2012. Lagunya meledak sampai masuk nominasi Artis Solo Pria Pop Terbaik dengan lagu “Gadis Genit”.
Perjalanan pendidikannya, Vidi pernah mengenyam pendidikan SD hingga SMA di Yayasan Al-Azhar antara lain SDI Al Azhar 4, Kebayoran Lama (1996–2002), SMPI Al Azhar 3, Bintaro (2002–2005), dan SMAI Al Azhar 1, Kebayoran Baru (2005–2008).
Semasa SMA, Vidi pernah tergabung dalam grup musik bersama Raisa. Namun aktivitas grup musik tersebut tak berlangsung lama karena biaya transportasi yang dikeluarkan lebih besar dari uang yang didapatkan.
Setelah lulus SMA, Vidi melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Pelita Harapan program studi Teknik Elektro, tetapi setelah beberapa bulan, ia merasa tidak cocok dan berpindah ke program studi Manajemen.
Memasuki masa kuliah, Vidi menyesuaikan jadwal kesibukannya sebagai penyanyi dengan kuliah. Ia juga selalu membawa buku ke mana pun berada, bahkan di studio.
Semasa kuliah, Vidi pernah mengikuti Summer Program di Berklee College of Music, Amerika Serikat selama dua bulan dari bulan Juli sampai Agustus 2012. Ia mengambil program studi Pertunjukan Vokal karena tidak pernah belajar musik secara benar dan ingin sekolah musik formal. Untuk pertama kalinya ia belajar teknik vokal, teori, musikalisasi, dan sejarah musik.
Sepulangnya ke Indonesia, ia masuk kuliah semester tujuh yang merupakan semester terakhirnya. Vidi menyelesaikan studinya pada 2013 dengan nilai IPK 3,62.
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang strata 2 di Universitas Manchester, Inggris program studi Innovation Management and Enterpreneurship. Ia memulai studinya pada November 2013. Vidi menyelesaikan tesis sebagai syarat kelulusan kuliah S2-nya pada September 2014 setelah pengerjaan selama 3 bulan yang mengambil obyek penelitian di Indonesia. Ia lulus pada 2015 dengan predikat cum laude.
Selain menimba ilmu di Inggris, Vidi juga ikut mengembangkan jaringan bisnisnya.
Namun ada yang menarik di kehidupan Vidi, pasalnya ia pernah nekat bolos sekolah pada tahun 2006 untuk ikut dalam ajang audisi Indonesin Idol musim ketiga di Jakarta International Expo. Ia berhasil masuk babak 100 besar dalam kompetisi pencarian bakat olah vokal yang diselenggarakan oleh RCTI itu.
Kesehatan hingga Meninggal Dunia
Pada akhir tahun 2019, Vidi divonis mengidap penyakit kanker ginjal stadium 3. Ia kemudian melakukan operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri pada 13 Desember 2019 di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Setelah ginjalnya dikeluarkan, dilakukanlah penelitian lebih lanjut oleh dokter di Singapura mengenai tipe kanker yang diidapnya dan termasuk ganas. Vidi pun masih diharuskan untuk melakukan kontrol kesehatan di Singapura. Namun, sel kanker ditemukan kembali pada 2021 bertempat di bantalan ginjalnya dengan tipe kanker yang sama. Sejak 2021 hingga sekarang, Vidi menjalani pengobatan kemoterapi tiap tiga minggu sekali.
Setelah menjalani detoksifikasi tubuh di Koh Samui, Thailand pada 2024 menyebabkan berat badannya mengalami penurunan hingga 6–7 kg karena hanya boleh mengonsumsi cairan. Hal ini berdampak terhadap kondisi mentalnya yang mengakibatkan ia mengalami gangguan dismorfik tubuh.
Hingga akhirnya, pada hari Sabtu 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB ia menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke 35 tahun.

