Ekonomi Digital RI Tembus USD 100 Miliar, Kemenekraf Gandeng Shopee Pacu Literasi UMKM

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ekonomi digital Indonesia kini bukan lagi sekadar tren, melainkan tulang punggung baru nasional dengan nilai valuasi menembus angka fantastis USD 100 miliar.

Di tengah momentum ini, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menggandeng raksasa e-commerce Shopee Indonesia untuk mempercepat digitalisasi UMKM melalui pendekatan komunitas yang lebih personal dan masif.

- Advertisement -

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat yang berkelanjutan.

“Sesuai arahan Presiden, kami ingin memastikan UMKM tidak hanya sekadar ‘hadir’ di pasar digital, tapi benar-benar berdaya. Pendampingan ini krusial, terutama bagi pelaku usaha yang sedang berjuang pulih pascabencana di Sumatera,” ujar Teuku Riefky dalam acara Laporan Capaian Pelatihan di Trinity Tower, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

- Advertisement -

Rekor Pertumbuhan di Akar Rumput Sepanjang tahun 2025, kolaborasi ini telah melahirkan “pahlawan digital” baru melalui program Emak-Emak Matic dan GenMatic. Hasilnya melampaui ekspektasi pasar, di mana pendapatan penjual tercatat meroket hingga 3 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Efek positif ini juga menjalar ke sektor jasa dan pemasaran digital lainnya. Komisi afiliator mengalami lompatan eksponensial hingga 8 kali lipat, sementara pesanan melalui layanan ShopeeFood tumbuh stabil sebesar 1,8 kali lipat. Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa ekosistem ekonomi kreatif digital mulai matang di level mikro.

Keberhasilan di delapan wilayah mulai dari Jakarta hingga Bali menjadi bukti bahwa literasi digital mampu mengubah ibu rumah tangga dan generasi muda menjadi penggerak ekonomi yang produktif.

Evolusi ke ‘Santri Matic’ Melihat kesuksesan tersebut, Kemenekraf kini tengah menyiapkan langkah ekspansi yang lebih berani: membidik lingkungan pesantren. Melalui program bertajuk Santri Matic, pemerintah ingin mengonversi potensi besar pesantren menjadi pusat ekonomi kreatif baru.

“Kami siap masuk ke segmen santri dan santriwati. Tujuannya jelas, agar kemandirian ekonomi juga tumbuh subur di pesantren, memberikan bekal keterampilan digital bagi mereka hingga ke para guru,” jelas Menekraf.

Outlook Ekonomi 2026 Dari sisi korporasi, Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengungkapkan optimisme terhadap masa depan bisnis kreatif tanah air. Lonjakan evaluasi ekonomi digital nasional yang mencapai lebih dari 40 persen sejak 2021 menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha.

“Kami terus meningkatkan dukungan terhadap literasi digital karena kami percaya, pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif hanya bisa dicapai jika peluang ekonomi kreatif terbuka lebar bagi semua kalangan,” ungkap Balques.

Acara tersebut diakhiri dengan pemberian apresiasi kepada sembilan talenta digital terbaik. Kehadiran jajaran direksi Shopee Indonesia seperti Christin Djuarto dan Satrya Pinandita, bersama para deputi Kemenekraf, mempertegas solidnya kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga nyala api ekonomi kreatif Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru