Peritel Keluhkan Pasokan Barang Impor Terlambat Jelang Lebaran 2026, Khawatir Ganggu Penjualan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pelaku usaha ritel mengeluhkan keterlambatan pasokan barang impor menjelang periode belanja Lebaran 2026. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas perdagangan di pusat-pusat perbelanjaan yang tengah memasuki masa puncak konsumsi masyarakat.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah mengatakan, hingga saat ini stok barang yang berasal dari produsen dalam negeri relatif aman. Namun, sejumlah produk impor justru mengalami kendala dalam pengiriman.

“Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga, namun untuk impor kami menghadapi masalah,” katanya, dikutip Holopis.com, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Budihardjo, keterlambatan pasokan tersebut menjadi perhatian serius mengingat kebutuhan barang meningkat signifikan menjelang Hari Raya. Pusat perbelanjaan saat ini tengah memasuki fase krusial karena aktivitas belanja masyarakat mulai meningkat.

Ia juga menyoroti padatnya momentum belanja pada awal tahun. Sejumlah perayaan besar berlangsung berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, Ramadan hingga Idulfitri.

Menurutnya, kedekatan waktu berbagai perayaan tersebut membuat kebutuhan stok barang harus dipersiapkan lebih besar dalam waktu singkat.

- Advertisement -

“Kita perlu stok yang banyak pada bulan Januari. Jadi stok itu harus cukup sampai bulan Maret. Karena Lebarannya juga maju, ada Valentine, Imlek, Nataru,” kata Budiharjo.

HIPPINDO menilai persoalan pasokan ini perlu segera diatasi agar pelaku usaha tidak kehilangan momentum penjualan pada periode puncak konsumsi masyarakat. Untuk itu, Budihardjo berharap koordinasi yang lebih kuat antara pelaku usaha dan pemerintah dapat segera dilakukan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan sejumlah instansi terkait, mulai dari otoritas kepabeanan hingga kementerian teknis yang mengatur perdagangan dan industri.

“Jadi, harapan kami bisa berkoordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian. Barang-barang itu harus ada. Atau kita akan kehilangan momentum penjualan,” tandasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU