Meski Menguat di Awal Sesi, Analis Ingatkan Potensi IHSG Uji Support 7.820

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (3/3/2026) di zona hijau meski tensi geopolitik global masih memanas.

Kendati demikian, sejumlah analis memperkirakan ruang gerak indeks masih dibayangi tekanan eksternal, sehingga pergerakan hari ini diproyeksikan fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menyoroti konflik terbuka antara AS–Israel dan Iran telah memicu sentimen risk–off serta mendorong lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Dalam riset hariannya, BRI Danareksa menegaskan bahwa arah pergerakan IHSG masih sangat bergantung pada dinamika geopolitik tersebut.

“Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda de-eskalasi, Untuk perdagangan hari ini, proyeksi IHSG masih akan cukup tertekan menuju level supportnya pada 7.940 – 7.820 dengan resistance di 8.200 – 8.350,” tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Holopis.com, Selasa (3/3/2026).

Adapun saham pilihan BRI Danareksa hari ini adalah MEDC, APEX, dan DOID.

- Advertisement -

Pandangan serupa disampaikan Phintraco Sekuritas. Mereka menilai meningkatnya ketegangan geopolitik telah membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko.

“Pasar khawatir akan terjadinya perang lebih luas di Timur Tengah, terutama karena Iran bersumpah akan melakukan pembalasan lebih lanjut atas serangan baru–baru ini,” papar Phintraco.

Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji level support 7.860 – 7.900. Saham pilihan mereka antara lain ANTM, ESSA, PTBA, LSIP, dan INDY.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia melihat adanya peluang katalis jangka pendek dari penguatan mayoritas bursa Wall Street serta kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah, batu bara, CPO, emas, dan gas.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.925 – 7.830 dan resist 8.105 – 8.200,” terang CGS International Sekuritas.

Di sisi lain, Panin Sekuritas menilai tekanan eksternal masih dominan, terutama akibat tensi AS–Iran, arus keluar dana asing, serta pelemahan sebagian komoditas metal mining.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, proyeksi IHSG hari ini menunjukkan potensi pergerakan fluktuatif. Meski dibuka menguat, risiko uji level support di area 7.820–7.900 tetap terbuka apabila tekanan eksternal berlanjut.

Investor disarankan mencermati perkembangan terbaru konflik geopolitik global serta memantau level support dan resistance kunci sebagai acuan pengambilan keputusan investasi jangka pendek.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.01 WIB, IHSG menguat 43,03 poin atau naik 0,54 persen ke level 8.059,86. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp6,61 triliun dan frekuensi 207.877 kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 269 saham menguat, 251 saham melemah, dan 171 saham bergerak stagnan. Penguatan awal ini mencerminkan optimisme pelaku pasar, meskipun sentimen global belum sepenuhnya kondusif.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU