HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menggelar latihan penanganan pasca force down untuk meningkatkan interoperability dan kemampuan unsur-unsur Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara (Opsgakkumpamwilud).
Latihan itu masih dalam rangkaian kesiagaan I yang dilakukan di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis, kemarin.
Dari keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, latihan itu disimulasikan usai pesawat asing (Lasa X) berhasil dipaksa mendarat oleh unsur tempur. Lalu, dengan sigap, unsur Lanud Sultan Hasanuddin langsung melaksanakan penanganan pasca Force Down.
Kemudian, personel Korpasgat, Satpom dan Pertahanan Pangkalan bersiap di daerah isolasi. Hal itu dimulai dengan personel penindak Korpasgat masuk ke pesawat untuk melaksanakan pengamanan awak dan cabin dari benda berbahaya serta mencurigakan.
“Dilanjutkan dengan screening awal oleh Tim Satpom dan Intelpam untuk melaksanakan pemeriksaan awal penumpang serta barang yang terdapat di pesawat,” demikian keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, dikutip pada Jumat, (13/2/2026).

Lalu, seluruh awak dan penumpang pesawat dibawa ke crisis center untuk mendapatkan pemeriksaan awal oleh Tim Kementerian dan Lembaga. Selanjutnya, terkait pelanggaran wilayah udara ditindak lanjuti oleh penyidik TNI AU untuk mendapatkan bukti yang cukup sampai dengan pelimpahan berkas perkara dalam proses hukum lebih lanjut.
Adapun Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, menjelaskan latihan ini merupakan wujud kesiapsiagaan nyata dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Dia menuturkan penanganan pasca force down menuntut kecepatan, ketepatan, dan sinergi lintas unsur.
“Tidak ada ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Melalui latihan ini, kita pastikan seluruh unsur Opsgakkumpamwilud mampu bertindak profesional, terukur, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” jelas Marsma Arifaini.
Marsma Arifiani menambahkan Latihan Kesiagaan I juga bukan sekadar agenda rutin. Tapi, melainkan sarana evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando dan kendali, alur koordinasi, serta efektivitas respons di lapangan.
“Dengan demikian, setiap potensi pelanggaran wilayah udara dapat ditangani secara profesional, responsif, dan sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Dia menambahkan dengan latihan penanganan pasca force down ini juga jadi indikator penting dalam mengukur kesiapan Lanud Sultan Hasanuddin. Hal itu sebagai pangkalan operasional strategis di kawasan timur Indonesia.
Melalui peningkatan profesionalisme, soliditas, dan interoperabilitas antarunsur, Lanud Sultan Hasanuddin menyampaikan komitmennya dalam mendukung tugas TNI AU untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keamanan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

