HOLOPIS.COM, KARAWANG – Seorang pria berinisial YFT (32), karyawan swasta, ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakannya di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Rabu (11/2) sekitar pukul 04.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah korban terlibat cekcok dengan kekasihnya.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah melalui Kasie Humas Ipda Cep Wildan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, korban merupakan warga Komplek Griya Prima Asri, Kelurahan Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, peristiwa bermula saat korban dan kekasihnya berinisial SW (24) berkomunikasi melalui pesan WhatsApp pada Rabu dini hari. Dalam percakapan tersebut, keduanya terlibat pertengkaran. Dalam kondisi emosi, korban sempat menyampaikan ancaman akan mengakhiri hidupnya.
Merasa khawatir, SW segera mendatangi kamar kos korban. Setibanya di lokasi, ia mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di tiang pintu jendela kamar menggunakan kain ulos yang dililitkan di leher.
SW kemudian berupaya menurunkan korban dan meminta bantuan kepada teman korban berinisial ABH. Korban selanjutnya dibawa ke RS Mandaya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, berdasarkan keterangan petugas, saat masih berada di kamar kos, korban diduga telah meninggal dunia.
Setelah tiba di rumah sakit, pihak keluarga melalui rekan korban menghubungi kepolisian. Petugas dari Polres Karawang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami langsung melakukan pengecekan dan olah TKP. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan visum luar guna memastikan penyebab kematian,” ujar Ipda Cep Wildan.
Polisi menyatakan masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk memintai keterangan sejumlah saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban selain bekas jeratan di leher.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar kontrakan. Sejumlah tetangga mengaku tidak menyangka korban akan nekat melakukan tindakan tersebut, karena sehari-hari dikenal sebagai pribadi yang tertutup namun tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis keluarga maupun orang terdekat, terutama saat menghadapi konflik pribadi. Dukungan emosional dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan.

