Debit Sungai Citarum dan Cibeet Meluap, Karawang Siaga 1

0 Shares

HOLOPIS.COM, KARAWANG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Karawang dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan drastis volume air di dua sungai utama. Kepolisian Resor (Polres) Karawang kini menetapkan status Siaga 1 dan melakukan pemantauan intensif di sepanjang aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet guna mengantisipasi ancaman banjir besar yang sewaktu-waktu dapat merendam pemukiman warga.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan, mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan tren kenaikan air yang cukup signifikan. Berdasarkan laporan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II pada Minggu (18/01) pukul 08.00 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) di kedua sungai tersebut telah melampaui batas normal.

“Saat ini, TMA Sungai Citarum terpantau berada di angka 12,00 mdpl, sementara Sungai Cibeet telah mencapai 19,30 mdpl. Keduanya berada pada status Siaga 1,” ujar IPDA Cep Wildan, seperti dikutip Holopis.com.

Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran Polsek Pangkalan dikerahkan untuk melakukan monitoring langsung ke titik-titik rawan luapan. Pada Minggu pagi, personel kepolisian yang terdiri dari Aiptu Cecep Samsuri dan Brigadir Eko Apriana Azis menyisir kawasan bantaran sungai di Kampung Bunder, Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.

Langkah ini diambil mengingat wilayah Pangkalan merupakan salah satu daerah yang paling awal terdampak jika Sungai Cibeet meluap. Selain memantau ketinggian air secara manual, petugas juga melakukan komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat setempat untuk memetakan jalur evakuasi jika situasi memburuk.

“Patroli ini bukan sekadar mengecek angka ketinggian air, tapi juga memastikan kesiapan warga. Kami memantau titik-titik di mana air mulai merembes ke pemukiman agar langkah mitigasi bisa segera diambil,” tambah Cep Wildan.

- Advertisement -

Himbauan bagi Warga Bantaran Sungai

Meski status berada di Siaga 1, pihak kepolisian melaporkan bahwa situasi di lapangan secara umum masih terkendali. Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang masif, namun di beberapa titik rendah, air dilaporkan mulai meluap dan menggenangi area perkebunan serta akses jalan setapak milik warga.

Polres Karawang mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk tetap terjaga, terutama pada malam hari saat intensitas hujan cenderung meningkat. Warga diminta untuk mengamankan dokumen berharga dan mulai memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah atau kepolisian.

“Kami meminta warga tidak panik namun tetap waspada. Jika melihat adanya peningkatan debit air yang tidak wajar secara mendadak, segera lapor ke bhabinkamtibmas atau polsek terdekat melalui layanan call center kami,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Polres Karawang bersama BPBD dan instansi terkait terus bersiaga di posko-posko bencana untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi warga jika status air terus merangkak naik menuju level bahaya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Amirulloh
Ronalds Petrus Gerson
Amirulloh, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU