Jalan Lingkungan Purwadana Karawang Amblas, Warga Cemas

8 Shares

HOLOPIS.COM, KARAWANG – Peristiwa jalan amblas di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, ternyata bukan kejadian baru. Warga mengungkapkan, kerusakan jalan lingkungan di wilayah tersebut sudah terjadi sejak sekitar satu tahun lalu, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen dari pihak terkait.

Jalan yang amblas berada tidak jauh dari permukiman warga dan berbatasan langsung dengan aliran Sungai Citarum. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan berpotensi kembali menggerus bantaran tanah di sekitarnya.

- Advertisement -

Akibat amblasnya jalan tersebut, akses warga terganggu dan keselamatan penghuni sekitar terancam. Bahkan, salah satu rumah warga nyaris roboh akibat pergerakan tanah di sekitar lokasi kejadian. Dampak ini membuat warga harus hidup dalam rasa khawatir yang berkepanjangan.

Ketua RT 05/03 Kampung Bibojong, Desa Purwadana, Dahlan, mengatakan bahwa warga sudah hampir satu tahun terakhir diliputi rasa cemas akan kemungkinan terjadinya longsor susulan. Menurutnya, kejadian bermula ketika Sungai Citarum meluap akibat curah hujan tinggi dan menggerus bantaran sungai hingga menyebabkan jalan lingkungan longsor.

- Advertisement -

“Warga tiap hari was-was, takut ada longsor susulan. Ini sudah hampir setahun kami hidup dalam kondisi seperti ini,” ujar Dahlan saat ditemui di lokasi, seperti dikutip Holopis.com, (10/2).

Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sempat melakukan monitoring ke lokasi. Namun hingga saat ini, belum ada tindak lanjut berupa perbaikan permanen yang dapat memberikan rasa aman bagi warga.

Menurut Dahlan, musim hujan menjadi masa yang paling menegangkan bagi warga sekitar. Setiap kali hujan deras turun atau permukaan air Sungai Citarum mulai naik, warga mengaku tidak bisa tidur dengan tenang karena khawatir terjadi longsor secara tiba-tiba.

“Kalau sudah hujan besar atau air sungai naik, warga itu tidurnya nggak pernah tenang. Selalu kepikiran, takut tanahnya bergerak lagi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut juga telah menimbulkan dampak nyata. Dahlan menyebut, satu rumah warga terdampak cukup parah hingga penghuninya terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Bahkan ada satu rumah yang terdampak dan penghuninya harus diungsikan karena kondisinya sudah membahayakan,” katanya.

Kekhawatiran warga semakin meningkat setelah dalam beberapa waktu terakhir terjadi bencana longsor di sejumlah daerah lain. Warga Desa Purwadana berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan melakukan perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar di kemudian hari.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru