HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pembangunan Bendungan Batu Tegi di Lampung dikenal sebagai salah satu proyek besar yang memiliki peran penting bagi pengairan dan pembangkit listrik. Namun, di balik manfaatnya, bendungan ini juga menyimpan kisah kelam yang hingga kini masih sering dibicarakan oleh masyarakat sekitar. Salah satu cerita yang paling menggetarkan adalah kabar meninggalnya 13 orang selama proses pembangunan berlangsung.
Cerita ini berkembang dari mulut ke mulut dan menjadi bagian dari misteri yang menyelimuti Bendungan Batu Tegi. Banyak warga meyakini bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar kecelakaan kerja biasa.
Menurut cerita warga setempat, selama masa pembangunan bendungan, sejumlah pekerja mengalami kecelakaan fatal secara berturut-turut. Beberapa di antaranya dilaporkan terjatuh ke area proyek, tertimpa material berat, hingga terseret arus sungai yang tiba-tiba meluap.
Yang membuat kejadian ini semakin dianggap janggal, ialah insiden tersebut disebut terjadi dalam waktu yang berdekatan dan tanpa penyebab yang jelas. Hingga akhirnya beredar kabar bahwa total korban meninggal mencapai 13 jiwa.
Angka 13 sejak lama dianggap sebagai angka yang sarat makna mistis oleh sebagian masyarakat. Hal ini membuat cerita tentang pembangunan Bendungan Batu Tegi semakin dipercaya memiliki unsur gaib. Warga sekitar meyakini bahwa lokasi bendungan merupakan wilayah yang sejak dulu dianggap berpenghuni.
Konon, kawasan tersebut dipercaya sebagai tempat bersemayam makhluk halus penjaga alam. Pembangunan besar-besaran tanpa ritual adat disebut-sebut sebagai pemicu kemarahan penghuni tak kasat mata.
Sejumlah pekerja yang selamat dikabarkan pernah mengalami kejadian aneh. Ada yang mengaku melihat bayangan hitam berdiri di atas tebing bendungan saat malam hari, sementara yang lain mendengar suara panggilan dari arah sungai, padahal tidak ada siapa pun di sana.
Selain itu, alat berat disebut kerap mengalami kerusakan mendadak tanpa sebab teknis yang jelas. Beberapa pekerja juga merasakan hawa dingin ekstrem dan perasaan diawasi saat bekerja lembur di malam hari.
Ritual dan Doa Penangkal
Setelah berbagai kejadian tersebut, beredar cerita bahwa pihak tertentu akhirnya menggelar doa bersama dan ritual adat untuk meminta izin serta keselamatan. Sejak saat itu, gangguan mistis perlahan berkurang, meski cerita tentang korban jiwa tetap membekas di ingatan masyarakat.
Hingga kini, sebagian warga percaya bahwa Bendungan Batu Tegi berdiri di atas harga yang mahal, bukan hanya dari sisi material, tetapi juga nyawa manusia.
Belum ada catatan resmi yang secara terbuka mengonfirmasi seluruh kisah mistis terkait pembangunan Bendungan Batu Tegi. Sebagian orang menilai kejadian tersebut sebagai risiko proyek konstruksi berskala besar, sementara yang lain meyakini adanya campur tangan kekuatan gaib.

