HOLOPIS.COM, BALI – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa menjaga ekosistem laut merupakan fondasi utama bagi pembangunan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan dalam forum internasional Bali Ocean Days 2026 yang berlangsung di Jimbaran Convention Center, Bali, Jumat (30/1/2026).
Wamenpar menyatakan bahwa orientasi pariwisata Indonesia saat ini telah bergeser dari sekadar mengejar angka kunjungan menjadi upaya nyata dalam perlindungan ekosistem serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Fokus ini diarahkan khususnya pada 10 Destinasi Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif.
“Pariwisata berkelanjutan di Indonesia didefinisikan secara tegas dalam regulasi nasional sebagai keseimbangan antara perlindungan lingkungan, nilai sosial budaya, serta manfaat ekonomi bagi generasi masa kini dan mendatang,” ujar Ni Luh Puspa.
Landasan hukum kebijakan ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Pariwisata dan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 9 Tahun 2021. Hingga saat ini, instrumen operasional berupa Sertifikasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan (SERTIDEWI) telah mensertifikasi lebih dari 45 desa wisata.
Dalam aspek ekonomi, Wamenpar memaparkan bahwa ekonomi bahari Indonesia telah menyumbang sekitar 5,9 miliar dolar AS pada tahun 2024. Peningkatan ini didukung oleh lebih dari 2.000 desa pesisir yang telah mengembangkan potensi wisata bahari dari total 12.000 desa pesisir di seluruh Indonesia.
Terkait tantangan limbah laut, pemerintah menerapkan pendekatan terintegrasi lintas kementerian. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah proyek waste-to-energy (pengolahan sampah menjadi energi) oleh Danantara yang dijadwalkan memulai peletakan batu pertama di Bali pada Maret 2026.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga memperkuat aspek keselamatan dan informasi melalui peluncuran Wonderful Indonesia Diving Directory. Platform ini bertujuan menyediakan data lokasi penyelaman terpercaya serta mempromosikan praktik konservasi bagi para penyelam dan operator.
“Investasi pada kualitas sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi adalah prioritas kami untuk membangun kepercayaan wisatawan serta memastikan standar keselamatan yang tinggi,” tutup Wamenpar dalam sambutannya.


