HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bursa pembalap MotoGP selalu menjadi topik menarik, namun situasi menjelang musim depan diprediksi bakal jauh lebih panas.
Perubahan besar pada regulasi teknis 2027 membuat Silly Season MotoGP kali ini berpotensi menjadi yang paling liar sepanjang sejarah. Salah satu nama yang paling disorot tentu saja Marc Marquez.
Meski tes pramusim bahkan belum dimulai, masa depan Juara Dunia bertahan itu sudah ramai diperbincangkan.
Memasuki musim ketiganya bersama Ducati dan tahun kedua di tim pabrikan, Marquez mulai menyinggung soal kontrak untuk 2027.
“Tidak ada yang bisa menjanjikan motor terbaik, kita lihat saja nanti. Anda harus mengikuti insting Anda dan proyek terbaik untuk Anda,” ujar Marquez dikutip Holopis.com dari laman resmi MotoGP, Rabu (21/1/2026).
Dalam wawancara televisi di sela peluncuran Ducati di Madonna di Campiglio, Senin (19/1/2026), Marquez mengisyaratkan keinginannya untuk tetap mengenakan warna merah Ducati.
“Jika saya berada di tim di mana saya merasa nyaman, cepat, dan semuanya berjalan dengan baik, saya mencoba untuk tidak pindah,” ucapnya.
“Tentu saja, opsi pertama saya adalah mencoba untuk tetap bersama Ducati,” sambungnya.
Namun, Marquez menegaskan bahwa keputusan tidak akan diambil secara tergesa-gesa. Ia ingin mempertimbangkan aspek profesional maupun pribadi sebelum menentukan langkah.
Menariknya, hampir seluruh pembalap di grid MotoGP musim ini kecuali Johann Zarco—akan habis kontrak pada akhir 2026.
Situasi tersebut, ditambah regulasi baru 2027, membuka peluang terjadinya perombakan besar-besaran.
Meski berstatus juara dunia, Marquez menolak anggapan bahwa dirinya memegang kendali penuh dalam Silly Season.
“Keputusan ada di tangan pabrikan yang berbeda, bukan nama,” tegasnya.
Satu hal yang pasti, ke mana pun Marquez berlabuh, kontrak berikutnya akan berdurasi panjang.
“Jika kami memutuskan untuk melanjutkan, itu akan menjadi kontrak dua tahun,” pungkasnya.

