HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tampil luar biasa dalam seri Grand Prix Amerika Serikat MotoGP di Circuit of The Americas. Sempat terjatuh di sesi Tissot Sprint, Bezzecchi justru bangkit dan merebut kemenangan impresif pada balapan utama.
Sebelumnya, Bezzecchi harus menerima hukuman turun dua posisi start setelah dianggap menghalangi Marc Marquez saat sesi kualifikasi. Meski demikian, ia tetap tampil agresif sejak awal balapan.
Memulai dari posisi keempat, pembalap Italia itu langsung melesat ke depan dan mengambil alih pimpinan lomba. Bahkan, pada lap ketujuh, ia sudah unggul hingga 1,1 detik dari para pesaingnya sebelum akhirnya mengunci kemenangan.
“Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka akan mengalami hari seperti ini. Setelah kecelakaan kemarin, tidak mudah untuk tetap fokus. Kesalahan kecil dapat berakibat besar,” dikutip Holopis.com dari laman MotoGP, Jumat (3/4/2026).
“Saya melakukan kesalahan besar, dan saya sedih dan terpukul, tetapi untungnya, semua orang di tim ada di sana untuk saya, memberi saya energi untuk terus berjuang dan terus bekerja,” sambung Bezzecchi.
Kemenangan ini terasa spesial, mengingat tim harus bekerja ekstra memperbaiki motor hingga larut malam usai insiden di Sprint Race.
“Mereka bekerja hingga larut malam di garasi untuk memperbaiki motor. Saya ingin berterima kasih kepada tim atas dukungan luar biasa mereka. Saya tidak pernah menyangka akan mengalami hari seperti ini. Saya sangat gembira,” lanjutnya.
Tak hanya menang, Bezzecchi juga mencetak rekor luar biasa. Ia kini membukukan lima kemenangan Grand Prix beruntun sejak GP Portugal 2025, sekaligus menjadi pembalap pertama Aprilia yang mampu melakukannya.
Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez dalam era modern MotoGP.
Selain itu, ia juga mencatatkan rekor memimpin 121 lap beruntun, sebuah pencapaian langka di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.
“Saya sama sekali tidak memikirkan hal itu. Itu adalah impian bagi setiap pembalap, tapi saya rasa saya belum berada di level itu,” ujarnya soal peluang juara dunia.
Kini, Bezzecchi memimpin klasemen dengan 81 poin, unggul 36 poin dari Marquez. Meski begitu, ia memilih tetap rendah hati dan fokus menjaga konsistensi di sisa musim yang masih panjang.

