Prabowo Genjot Dana Riset, Langkah Strategis Demi Inovasi dan Daya Saing RI

15 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang meningkatkan alokasi dana riset perguruan tinggi nasional dinilai tepat. Peningkatan alokasi dana riset itu dilakukan dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, mendukung penuh langkah Prabowo yang meningkatkan alokasi dana riset. Bagi dia, langkah itu dinilai strategis untuk perkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka Panjang. Hal itu bertumpu pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan peningkatan nilai tambah industri nasional.

- Advertisement -

Kholid bilang peningkatan anggaran dana riset perlu diarahkan secara terintegrasi dengan kebutuhan strategis industri nasional. Dengan demikain, hasil riset tak berhenti pada kuantitas publikasi akademik semata.

Namun, menurut dia, juga berujung pada lahirnya teknologi, produk, dan solusi nyata yang bisa mendorong produktivitas serta daya saing ekonomi.

- Advertisement -

“Riset harus ditempatkan sebagai instrumen utama transformasi ekonomi. Dari sanalah lahir inovasi, industrialisasi berbasis teknologi, serta penguatan daya saing nasional,” ujar Kholid, dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip pada Minggu, (18/1/2026)

Menurut dia, kebijakan itu juga menandai menguatnya komitmen negara untuk mengejar ketertinggalan struktural Indonesia dalam bidang inovasi. Data OECD per Maret 2025 menunjukkan bahwa belanja riset Indonesia masih berada di kisaran 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan data itu, angka riset di Tanah Air masih jauh di bawah sejumlah negara ASEAN lainnya. Dia menyebut untuk Malaysia dan Thailand yang angka riset sudah mendekati 1 persen. Pun, Singapura yang sudah menembus sekitar 1,8 persen PDB.

Kemudian, negara-negara maju seperti Korea Selatan juga sudah menempatkan belanja R&D di atas 5 persen PDB.

“Perbandingan ini harus dibaca secara jujur dan objektif. Hampir semua negara yang berhasil membangun basis industri kuat dan ekonomi bernilai tambah tinggi menjadikan riset sebagai prioritas fiskal jangka panjang,” jelas Kholid.

Maka itu, ia menyampaikan penting peningkatan dana riset perguruan tinggi tak boleh dipandang sebagai kebijakan sektoral semata. Bagi dia, peningkatan alokasi riset sebagai bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi nasional.

Dia bilang riset juga mesti jadi jembatan antara dunia akademik, kebutuhan industri, dan agenda hilirisasi sumber daya nasional.

Lebih lanjut, Kholid menaruh harapan agar kebijakan Prabowo bisa jadi momentum penting dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang berkelanjutan. Selain itu, perkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia usaha.

Selain itu, percepat transisi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan nilai tambah tinggi.

“Negara-negara unggul hari ini adalah negara yang puluhan tahun lalu secara konsisten menjadikan riset sebagai mesin industrialisasi dan kemajuan,” tutur Kholid.

Pengumuman Prabowo dalam peningkatan dana riset disampaikan saat pertemuan bersama sekitar 1.200 rektor dan guru besar perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Dengan kebiakan itu, penambahan anggaran riset ini mencerminkan kesadaran pemerintah akan pentingnya riset dan pengembangan (research and development/R&D) sebagai motor utama transformasi struktural ekonomi Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
15 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru