HOLOPIS.COM, ACEH – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda kembali menuntaskan pembangunan dua jembatan darurat jenis Bailey di wilayah Aceh. Rampungnya dua jembatan tersebut per Jumat (16/1/2026) menjadi kabar baik bagi masyarakat, setelah akses transportasi sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor pada November lalu.
Jembatan pertama yang telah selesai dibangun adalah Jembatan Bener Kelipah di ruas jalan Aceh Utara–Bener Meriah–Takengon, Kabupaten Bener Meriah.
Pantauan di lokasi menunjukkan jembatan tersebut telah berdiri kokoh, lengkap dengan kibaran bendera Merah Putih di kedua sisi. Kini, jembatan itu sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, menghidupkan kembali jalur utama penghubung antarwilayah.
Sementara itu, jembatan kedua yang berhasil dirampungkan adalah Jembatan Krueng Pelang di Kabupaten Aceh Tengah. Jembatan yang berada di ruas Bereunun–Pameu–Takengon ini bahkan telah siap dilintasi kendaraan berat seperti truk, sehingga distribusi logistik kembali berjalan normal.
Proses penyelesaian Jembatan Krueng Pelang terbilang cepat. Pada Minggu (11/1/2026), progres pembangunan masih berada di angka 65 persen. Namun, berkat kerja intensif prajurit TNI di lapangan, jembatan tersebut berhasil diselesaikan 100 persen hanya dalam waktu kurang dari sepekan, tepatnya pada Kamis (15/1/2026).
Keberadaan jembatan ini sangat krusial karena menghubungkan kembali Kecamatan Silih Nara dan Rusip Antara di Aceh Tengah, dua wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.
Tak berhenti di situ, TNI juga tengah mempersiapkan pembangunan Jembatan Matang Serdang di Kabupaten Aceh Utara. Seluruh material jembatan telah tiba di lokasi dan proses perakitan akan segera dimulai.
Jika rampung, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi bantuan, serta mendorong pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.


