109 Tiang Monorel Mangkrak Dibongkar, Kuningan Disiapkan Jadi Etalase Jakarta

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai menata kawasan Kuningan sisi timur sepanjang 3,6 kilometer. Penataan itu salah satunya dengan membongkar tiang pancang monorel yang sudah mangkrak puluhan tahun.

Proses pembongkaran tiang monorel sudah dimulai di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, sejak Rabu, kemarin. Proses pembongkaran itu disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur ke-12 DKI Jakarta Sutiyoso, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Patris Yusrian Jaya, serta Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol. Bachtiar Ujang Purnama.

Pramono menjelaskan, pembongkaran tiang monorel di Kuningan jadi penanda dimulainya penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said. “Penataan ini kami mulai dengan memastikan seluruh proses berjalan tertib, taat hukum, dan transparan,” kata Pram, sapaan akrabnya, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI, Kamis, (15/1/2026).

Pram menuturkan, pembongkaran tiang monorel sudah melalui proses panjang dengan pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dukungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Langkah itu untuk kepastian tidak ada persoalan hukum di kemudian hari.

Pembongkaran tiang pancang monorel yang mangkrak dibongkar._HOLOPIS
Pembongkaran tiang pancang monorel yang mangkrak dibongkar. (Foto: Dok. Pemprov DKI).

 

Adapun terkait aspek aset, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan PT Adhi Karya. Menurut Pram, besi hasil pembongkaran tiang monorel akan diserahkan kepada pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

- Advertisement -

Pram menuturkan biaya pembongkaran tiang monorel sebesar Rp254 juta merupakan bagian kecil dari total anggaran sekitar Rp102 miliar. Dia bilang anggaran Rp102 miliar itu dialokasikan untuk penataan kawasan Kuningan secara menyeluruh.

Lebih lanjut, dia menyampaikan penataan kawasan itu mencakup perbaikan badan jalan dan saluran air. Selain itu, pelebaran trotoar yang ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Kemudian, ada penerangan jalan umum, hingga taman.

Pram menambahkan, penyesuaian geometrik jalan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas, pembangunan halte sebagai dukungan transportasi publik terintegrasi, serta pembaruan tiang-tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan konsep modern.

“Penataan ini bukan hanya soal membongkar, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang jalan agar lebih nyaman, aman, dan estetis bagi seluruh pengguna,” lanjut politikus PDIP itu.

Tiang monorel yang dibongkar Pemprov DKI sebanyak 109 tiang monorel. Deretan tiang monorel itu berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Hotel Grand Melia secara bertahap.

Pemprov DKI melakukan penataan agar bisa meningkatkan kualitas layanan jalan dan mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta. Status Kuningan merupakan bagian kawasan Jakarta yang menjadi pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi dengan 11 kantor kedutaan besar.

“Melalui penataan ini, kami ingin mengembalikan fungsi strategis kawasan Kuningan sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi, sekaligus menjadikannya etalase Jakarta sebagai kota global,” tutur Pram.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU