HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia bersiap membangun Kampung Haji di Makkah, Arab Saudi, sebagai bagian dari penguatan layanan jemaah haji dan umrah nasional. Badan Pengelola Investasi Danantara melaporkan bahwa progres pembangunan Kampung Haji Makkah saat ini dijalankan melalui dua jalur strategis secara paralel.
Jalur pertama dilakukan melalui penguatan fondasi proyek di Kawasan Thakher, sementara jalur kedua ditempuh melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi serta sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan. Lokasi ini berada di koridor strategis dengan jarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.
Dalam proyeksi awal, pengembangan lanjutan kawasan tersebut ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2026. Sementara itu, operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.
“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah. dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji (Hajj Complex) kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” terang Pandu dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Rabu (7/1/2025).
Saat ini, Kawasan Thakher telah mencakup Novotel Thakher Makkah dengan sekitar 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara. Selain itu, terdapat sekitar 14 plot lahan yang disiapkan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.
Secara bertahap, kawasan ini dirancang berkembang hingga memiliki sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah. Angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.
Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi. Fasilitas yang direncanakan meliputi area ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya.
“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” terang Pandu.
Sejalan dengan pengembangan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga aktif mengikuti serta mencermati proses lelang yang dijalankan RCMC sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah.
RCMC memiliki peran strategis dalam menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan proyek-proyek prioritas di wilayah tersebut.
Dalam kerangka tersebut, Danantara menempatkan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.
RCMC sendiri menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram. Proses lelang mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai perencanaan kota.
“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan. Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji (Hajj Complex), tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” jelas Pandu.
Pemerintah berharap pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah ini dapat menjadi fondasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan, serta efisiensi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi jemaah Indonesia di masa mendatang.


