Ramadan 2026 Diprediksi Jadi Panggung ‘Digital Lifestyle’ Indonesia

24 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ramadan bukan lagi sekadar soal menahan lapar dan haus, melainkan sebuah transformasi gaya hidup digital yang masif. Memasuki tahun 2026, Grab Indonesia mengungkap bahwa perilaku konsumen tidak lagi “menumpuk” di waktu berbuka, melainkan tersebar secara dinamis sepanjang hari melalui layar ponsel mereka.

Data terbaru dari perjalanan Ramadan tahun sebelumnya mengungkap fakta unik tentang bagaimana ekosistem digital menjadi “asisten pribadi” masyarakat Indonesia dalam beribadah dan bersilaturahmi.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Meski banyak yang berbuka di luar, minat memasak di rumah justru melonjak tajam. Grab mencatat lonjakan 58% pada pembelian bahan pokok seperti daging dan bumbu di GrabMart. Ini menunjukkan bahwa ritual menyiapkan sahur dan buka puasa bersama keluarga tetap menjadi inti dari momen Ramadan.

Tradisi berkirim paket kini tak lagi mengenal jarak dan waktu. Layanan GrabExpress mengalami kenaikan permintaan hingga 40%. Menariknya, pengiriman ini tidak hanya terjadi di akhir bulan, tetapi sudah dimulai sejak minggu pertama Ramadan sebagai bentuk sapaan digital antar kerabat.

- Advertisement -

Pola makan masyarakat kini terbagi dalam dua fenomena besar yang saling melengkapi. Di satu sisi, kelompok “The Foodies” tetap setia berburu menu tradisional melalui GrabFood, di mana pencarian takjil ikonik seperti kolak, gorengan, dan pisang ijo mendorong pertumbuhan transaksi (GMV) hingga 11%.

Di sisi lain, muncul gelombang “The Socializers” yang memicu lonjakan aktivitas makan di luar rumah sebesar 51% melalui layanan Grab Dine Out, menjadikan restoran dan kafe sebagai hub sosial utama untuk mempererat silaturahmi selama bulan suci.

Digitalisasi memang memudahkan, namun pertemuan fisik tetap menjadi primadona. GrabCar mencatat lonjakan perjalanan hingga 32% selama periode Lebaran. Kendaraan bukan sekadar alat transportasi, melainkan jembatan untuk “pulang” dan bermaaf-maafan.

“Konsumen berpindah dari satu kebutuhan ke kebutuhan lain dengan sangat cepat. Brand yang mampu ‘hadir’ di momen yang tepat saat konsumen sedang mencari takjil hingga saat mereka memesan mobil untuk mudik adalah pemenangnya,” ujar Roy Nugroho, Director of Commercial, Grab Indonesia.

Pendekatan iklan terintegrasi (seperti Branded Vehicle Icon dan In-Transit Ads) terbukti efektif meningkatkan pendapatan mitra hingga rata-rata 22%. Bahkan, salah satu brand kopi berhasil mendongkrak pesanan hingga 40% hanya dengan mengombinasikan iklan di dalam aplikasi dan media sosial secara presisi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
24 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis