Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Dinilai Percuma, AS Terang-terangan Bela Israel

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langkah Amerika Serikat (AS) era Presiden Donald Trump yang memimpin inisiatif perdamaian di Gaza, Palestina melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) jadi sorotan. AS dinilai tak layak memimpin BoP karena terang-terangan berpihak kepada Israel.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menilai BoP tidak akan berhasil dilakukan AS. Pasalnya, posisi Israel yang dibela AS merupakan pihak yang melakukan pendudukan wilayah Gaza.

“Rezim tersebut didukung secara terbuka oleh Amerika Serikat,” kata Boroujerdi saat acara Resepsi Hari Nasional Republik Islam Iran di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2026.

Dia mengkritisi setiap upaya perdamaian di Gaza mestinya diprakarsai oleh negara yang netral. Pun, demikian bisa diinisiasi oleh organisasi internasional yang independen. Berbeda dengan AS yang sudah terlihat jelas berpihak kepada zionis Israel.

“Dan, jika mereka memiliki pihak tertentu, mereka tidak berhak untuk berbicara tentang mediasi atau proses perdamaian atau dewan atau hal semacam itu,” ujarnya.

Boroujerdi percaya upaya perdamaian bakal terjadi di Gaza jika ada pihak mediasi dari negara dengan posisi netral. “Kami percaya jika ada perdamaian yang akan terjadi di Gaza atau wilayah yang diduduki, itu harus berasal dari negara-negara netral atau organisasi internasional netral,” tuturnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, dia pesimistis perdamaian bakal tercapai lantaran zionis Israel tak punya komitmen untuk melakukan gencatan senjata. Meskipun ada gencatan senjata dengan perjanjian damai, Israel terus melanggar.

Ia mencontohkan kondisi saat ini meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas, tetapi kenyataannya jalur Gaza terus diserang oleh Israel hampir setiap hari.

Bagi dia, sikap zionis Israel memperlihatkan tak memiliki komitmen terhadap perjanjian apapun. Ia mengecam dengan sikap Israel seperti itu sulit mengharapkan ada perdamaian di Gaza.

“Dengan rekam jejak tersebut, sulit untuk mempercayai bahwa rezim pendudukan ini akan menerima solusi dua negara, gencatan senjata, atau perdamaian,” tuturnya.

Dalam manuvernya, Presiden AS Donald Trump pada 22 Januari dengen pede meresmikan BoP dalam ajang World Economic Forum di Davos, Swiss. Beberapa negara belahan dunia termasuk Indonesia hingga Turki, bergabung dengan BoP. Bahkan, Israel sudah bergabung.

Trump juga sudah punya rencana menggelar konferensi tingkat tinggi para pemimpin BoP pada 19 Februari 2026. Langkah itu untuk mendorong fase kedua gencatan senjata di Gaza serta menghimpun dana rekonstruksi bagi wilayah Palestina yang hancur akibat perang.

Adapun manuver Israel terus berlanjut meski sudah ada kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Militer Israel terus melakukan serangan yang menewaskan warga sipil Palestina.

Mengutip dari Aljazeera, salah satu serangan zionis dilakukan pada Rabu (4/2/2026). Aksi brutal Israel yang melakukan serangan melaui tembakan artileri dan serangan udara itu menewaskan 23 warga Palestina.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU