AS Tangkap Presiden Venezuela, Trump Pamer Operasi Khusus Tercanggih

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manuver Amerika Serikat (AS) membuat geger dunia karena menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Pesawat yang membawa Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporan sudah mendarat di dekat Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart, New York.

Dari laporan The Guardian yang mengutip NBC News, Maduro dibawa dengan helikopter. Menurut sumber pejabat kepada NBC News, Maduro akan dibawa ke kota tempat ia akan diproses dan dijebloskan ke penjara Metropolitan Detention Center. Maduro dikabarkan bakal dihadirkan di pengadilan pada Senin malam.

- Advertisement -

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjelaskan kepada CBS News tentang operasi AS di Venezuela.

Trump sebelumnya mengatakan AS akan ‘mengelola’ Venezuela sampai saatnya bisa melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

- Advertisement -

Terkait omongan Trump itu, Pete Hegseth mengatakan bahwa Presiden AS ke 47 itu memiliki syarat terhadap Venezuela. Kata dia, Trump yang punya kewenangan untuk menentukan Venezuela.

“Tetapi itu berarti peredaran narkoba berhenti. Itu berarti minyak yang diambil dari kita dikembalikan, pada akhirnya, dan para penjahat tidak dikirim ke Amerika Serikat,” kata Hegseth dikutip dari The Guardian, Minggu, (4/1/2026).

Hegseth mengatakan penangkapan Maduro adalah operasi khusus gabungan yang paling canggih dilakukan pemerintahan AS.”Paling rumit, dan paling sukses sepanjang masa,” jelas Hegseth.

Nicolas Maduro Ditangkap AS

Pun, Hegseth merupakan pejabat di pemerintahan Trump yang ikut mengawasi operasi penangkapan Maduro. Dia juga juga menemani Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada Sabtu pagi.

Selama konferensi pers, Trump mengatakan AS akan menjalankan Venezuela dengan kelompok yang beriisi sejumlah orang. Trump menunjuk figur seperti Hegseth, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio; dan Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan ‘Razin’ Caine berada di belakangnya.

Lantas, saat disinggung soal pemerintahan Trump bakal melakukan intervensi skala penuh dalam menstabilkan Venezuela, ia menjawab secara hukum, hal itu diperlukan. Hegseth bilang pihaknya sudah siap.

“Seperti yang dikatakan presiden, blokade berlanjut: tidak ada minyak yang masuk dan keluar, tidak ada kapal narkoba yang diizinkan untuk beroperasi di Karibia atau Pasifik Timur,” kata Hegseth.

Ganggu Wilayah Karibia

Operasi militer AS menangkap Nicolás Maduro lalu menerbangkannya ke luar negeri pada Sabtu pagi Waktu setempat. Penangkapan itu membuat perjalanan rute udara yang ramai melintas wilayah Karibia terganggu.

Dari data Flight Radar24 tak ada penerbangan yang melintasi Venezuela pada Sabtu. Sebab, maskapai penerbangan besar membatalkan ratusan penerbangan di seluruh wilayah Karibia timur.

Pihak maskapai juga memperingatkan penumpang bahwa gangguan itu bisa berlanjut selama beberapa hari.

Deretan penerbangan yang dibatalkan antara lain menuju dan dari Puerto Rico, Kepulauan Virgin, Aruba. Begitu pun lebih dari selusin tujuan lain di kelompok pulau Antilles Kecil yang terletak di utara Venezuela.

Namun, maskapai penerbangan membebaskan biaya perubahan bagi penumpang yang harus menjadwal ulang penerbangan mereka akhir pekan ini.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru