HOLOPIS.COM, JAKARTA – Donald Trump mendesak Iran untuk menghentikan serangan rudal terhadap Israel dan kembali melanjutkan perundingan diplomatik setelah Teheran meluncurkan serangkaian rudal balistik terbaru pada Minggu (7/6). Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel yang kembali memicu kekhawatiran dunia internasional soal potensi konflik lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancaranya bersama Fox News, Trump mengatakan Iran seharusnya menghentikan eskalasi dan kembali ke meja negosiasi.
“Apa yang akan saya sarankan kepada Iran: Anda telah menembakkan rudal Anda, sudah cukup,” ujar Trump, dikutip Holopis.com, Senin (8/6).
“Kembali ke meja (perundingan) dan buat kesepakatan,” lanjutnya.
Trump juga mengklaim bahwa Washington dan Teheran sebenarnya hampir mencapai kesepakatan sebelum serangan rudal tersebut terjadi.
“Kami hampir (mencapai kesepakatan). Saya kira perjanjian akan ditandatangani pada Senin, Selasa, atau Rabu pekan mendatang. Dan sekarang hal ini malah terjadi,” katanya.
Menurut Trump, serangan tersebut justru memperburuk situasi diplomatik yang sebelumnya disebut hampir mencapai titik akhir.
“Hal ini tentu saja tidak akan membantu proses perundingan,” lanjutnya.
Dalam wawancara terpisah bersama Axios, Trump juga mengungkap rencananya untuk menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.
“Saya akan menelepon Bibi sekarang dan memintanya agar tidak membalas,” ujar Trump.
“Keduanya telah menikmati momen menyenangkan mereka. Israel telah melancarkan serangannya, dan Iran juga sudah melancarkan serangannya. Kami tidak memerlukan serangan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, laporan CNN menyebut Iran meluncurkan sedikitnya 10 rudal balistik ke wilayah Israel dalam tiga gelombang serangan berbeda pada Minggu. Militer Israel mengklaim seluruh rudal tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Meski begitu, dua sumber Israel yang dikutip media asing mengatakan pemerintah Israel diperkirakan akan memberikan respons “kuat” atas serangan tersebut. Situasi ini pun memicu kekhawatiran baru soal kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.


