HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Rabu (31/12) menegaskan bahwa pendirian negara Palestina yang merdeka merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dihindari. Ia menyatakan rakyat Palestina terus melangkah dengan mantap menuju kebebasan dan kemerdekaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Abbas melalui kantor berita Palestina, WAFA, di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di Gaza dan Tepi Barat.
“Pendirian negara Palestina yang merdeka adalah kenyataan yang tidak terelakkan,” ujar Abbas, dikutip Holopis.com, Kamis (1/1).
Abbas kembali menegaskan komitmen Palestina terhadap terwujudnya negara berdaulat penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Ia juga menyinggung hak pemulangan para pengungsi Palestina sesuai dengan resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab.
Dalam pernyataannya, Abbas menuding Israel mengabaikan hukum internasional, legitimasi global, serta kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati. Ia menyebut rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat terus menghadapi kekerasan yang brutal.
“Rakyat Palestina dengan gigih menghadapi perang genosida dan pembersihan etnis paling brutal dalam sejarah modern,” kata Abbas.
Abbas menegaskan rakyat Palestina tidak akan menyerah, tidak akan meninggalkan tanah air, serta tidak akan menerima aneksasi maupun rencana pemindahan paksa.
Ia juga menyerukan persatuan nasional dengan mengajak seluruh rakyat Palestina bersatu di bawah Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO, yang disebutnya sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.
“Tidak akan ada negara Palestina di Gaza saja, dan tidak akan ada negara Palestina tanpa Gaza,” ujarnya.
Menurut Abbas, Gaza akan kembali berada dalam kerangka legitimasi nasional Palestina dan akan dibangun kembali sebagai bagian penting dari proyek nasional Palestina ke depan.


