HOLOPIS.COM, JAKARTA – Potensi bertambahnya kasus stunting di wilayah terdampak bencana Sumatra mesti jadi perhatian pemerintah. Langkah darurat diperlukan untuk mengatasi dan mencegah bertambahnya kasus stunting.
Demikian disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa. Dia mengaku prihatin karenaditemukannya anak-anak terdampak bencana yang mengalami stunting.
Neng Eem khawatir kondisi itu bisa menjadi fonemana gunung es.
“Ini bisa menjadi fenomena gunung es karena jumlah yang terdata kemungkinan lebih kecil dari kondisi sebenarnya di lapangan. Pemerintah harus segera melakukan penanganan cepat dan menyeluruh,” kata Neng Eem, dalam keterangannya dikutip pada Rabu, (24/12/2025).
Neng Eem menyampaikan stunting tak hanya berdampak pada kesehatan jangka pendek. Namun, juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, kecerdasan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Padahal, kata dia, pemerintah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan dasar mereka harus menjadi prioritas utama.
“Bantuan makanan khusus untuk bayi dan balita di pengungsian harus segera disalurkan. Kebutuhan gizi anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, sehingga perlu perlakuan khusus,” jelas politikus PKB itu.
Selain bantuan pangan bergizi, Neng Eem juga dorong penguatan layanan kesehatan anak di lokasi pengungsian. Hal itu termasuk pemantauan status gizi secara rutin.
Kemudian, pendampingan bagi ibu, serta ketersediaan tenaga medis dan ahli gizi. Dia bilang penanganan stunting dalam situasi bencana harus dilakukan secara terpadu
“Mulai dari pemenuhan gizi, layanan kesehatan, hingga perlindungan anak. Negara tidak boleh abai terhadap masa depan anak-anak,” kata dia.
Pascabencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, masih ada sejumlah daerah dengan akses terhambat dalam persoalan penyaluran bantuan kemanusiaan.
Kondisi itu berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di pengungsian terutama bagi bayi dan balita.
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per Selasa (23/12), ada 158.096 rumah yang rusak imbas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, tercatat lebih 300 ribu orang masih mengungsi dari tiga provinsi itu.


