HOLOPIS.COM, JAKARTA – Insiden kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun exit tol Krapyak Kota Semarang, Senin dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Bus PO Cahaya Trans bernomor polisi B. 7201 IV terguling dan menewaskan belasan korban.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan bus itu berangkat dari Jatiasih, Bekasi menuju Yogyakarta. Diduga sopir bus melaju kencang lalu hilang kendali kemudian menabrak pembatas jalan sehingga terguling.
Budiono menuturkan tim SAR gabungan dari Polri, Jasa Marga, sudah berhasil mengevakuasi seluruh korban dari bus yang mengalami kecelakaan. Dari laporan awal sementara, ada 15 penumpang yang meninggal dunia. Sementara, belasan lain luka-luka.
Menurut dia, proses evakuasi penumpang cukup sulit. Sebab, ada sejumlah korban yang masih dalam posisi terjepit. Selain itu, akses menuju korban juga dipenuhi pecahan kaca.
Budiono mengatakan dengan kondisi itu, tim harus masuk ke dalam badan bus yang terguling. Upaya itu untuk membuka akses menuju korban. Kemudian, mengevakuasinya keluar dari dalam bus dengan ekstra hati-hati. Ia bilang proses evakuasi selesai sekitar pukul 04.00 WIB pagi tadi.
“Penyebab kecelakaan itu sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, diduga bus hilang kendali saat melaju kencang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta dini hari tadi,” ujar Budiono.
Selanjutnya, seluruh korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat seperti RSUP dr. Kariadi, RSUD dr. Adhyatma MPH atau RS. Tugu Semarang.
Adapun dari keterangan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo bahwa jumlah korban tewas kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak bertambah menjadi 16 orang. Sementara, 8 orang lainnya luka-luka.
Irjen Ribut menyampaikan update informasi itu saat mendatangi RSUP Dr Kariadi.
“Kecelakaan bus mengakibatkan korban 16 meninggal dunia, kemudian 8 luka. Saat ini korban meninggal dunia disemayamkan di RSUP Dr Kariadi dan di Rumah Sakit Tugu,” kata Irjen Ribut di RSUP Dr Kariadi.

