HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perbaikan infrastruktur vital yang rusak imbas banjir bandang di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara terus dilakukan. Salah satunya upaya pemasangan Jembatan Bailey yang bakal jadi akses vital penghubung Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
Pemasangan Jembatan Bailey dilakukan TNI dengan mengerahkan puluhan prajurit Batalyon Zeni Tempur 1/Dhira Dharma (Yon Zipur 1/DD). Fungsi Jembatan Bailey itu diproyeksikan menjadi akses penghubung Tapanuli Selatan dengan Tapanuli Tengah setelah jembatan utama terputus akibat banjir bandang.
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi menjelaskan upaya percepatan pemulihan infrastruktur langsung dilakukan begitu pasukan tiba di Desa Garoga, Tapanuli Selatan, pada Minggu, kemarin.
Selain itu, pemasangan juga dibantu dengan alat berat crane dan excavator. “Sebanyak 20 personel Yonzipur I/DD bersama dukungan alat berat berupa crane dan excavator dikerahkan untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat tersebut,” kata Kolonel Agung, dalam keterangannya, dikutip pada Senin, (8/12/2025).

Kolonel Agung menuturkan proses pemasangan terus dipacu mengingat jalur itu sebagai nadi transportasi antara Tapanuli Selatan dan Tapanui Tengah.
Dijelaskan dia, jembatan Bailey yang tengah dibangun memiliki panjang 33 meter dan lebar 3,05 meter, Jembatan itu disiapkan bisa menopang beban hingga 35 ton.
“Kehadiran jembatan darurat ini diharapkan dapat memulihkan kembali akses warga yang sempat terputus dan memudahkan distribusi logisti,” tutur Kolonel Agung.
Sementara, Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan personel di lapangan bekerja tanpa henti untuk memastikan jalur penghubung itu bisa segera dibuka kembali.
“Kami berharap pemasangan ini cepat tuntas sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Kolonel Asrul.
Dia mengatakan percepatan pemulihan fasilitas umum sebagai komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat. Hal itu terutama pada situasi darurat bencana.


