Masuk Tahun Kedua Pemerintahan Prabowo, Airlangga Yakin Ekonomi RI Tetap Tangguh

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum, yang berlangsung di Jakarta, pada Sabtu (29/11/2025) kemarin.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja,” kata Airlangga, dikutip Holopis.com, Minggu (30/11/2025).

Dalam forum eksklusif yang mempertemukan para pemimpin bisnis, ekonom, dan korps diplomatik itu, Airlangga mengungkapkan Indonesia selama tujuh tahun mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

- Advertisement -

“Artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa berbagai tekanan ekonomi global sepanjang 2025 telah banyak diantisipasi oleh Pemerintah.

Stabilitas makro tetap terjaga, tercermin dari perbaikan kepercayaan konsumen, PMI manufaktur di level ekspansif, serta penguatan pasar keuangan.

Tak cuma itu, nilai tukar dan inflasi juga berada dalam rentang terkendali. Sementara realisasi investasi juga telah mencapai lebih dari Rp1.400 triliun dengan target Rp1.900 triliun hingga akhir tahun.

Dia pun optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan melesat lebih kencang, seiring dengan kondisi global yang mulai membaik.

“Berbagai faktor ketidakpastian itu sudah priced-in di tahun ini. Headwind yang berat sudah kita lewati. Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen,” ungkap Airlangga.

Menurutnya Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan tersebut, berbekal dari pengalaman dalam menghadapi berbagai krisis global, mulai dari konflik geopolitik, pandemi Covid-19, hingga perang tarif global.

“Tidak ada risiko yang seberat perang Ukraina, Gaza, COVID-19, maupun perang tarif, semuanya sudah dilampaui Indonesia,” tandas Airlangga.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis