Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat itu.” (QS. Ibrahim: 7)
Syukur bukan hanya ucapan alhamdulillah, tetapi menjaga nikmat yang diberikan. Alam adalah nikmat. Hutan adalah nikmat. Air adalah nikmat. Udara yang bersih adalah nikmat. Semua itu jika dijaga, Allah tambahkan keberkahan. Jika dirusak, maka bencana dapat datang sebagai pengingat.
5. Membangun kesadaran ekologis sebagai ibadah sosial
Kita perlu menanamkan budaya:
– tidak membuang sampah sembarangan,
– mengurangi penggunaan plastik,
– menanam pohon,
– tidak merusak sungai,
– lebih hemat listrik dan air,
– mengelola sampah rumah tangga,
– serta terlibat dalam gerakan lingkungan hidup.
Ulama NU seperti Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari menekankan pentingnya menghindari fasad fil ardh (kerusakan di muka bumi). Ini bukan isu modern semata, melainkan bagian dari syariat.
6. Marilah kita kembali menjadi hamba Allah yang memakmurkan bumi

