Fakta Baru! Arya Daru Check In di Hotel dengan Wanita Sebelum Meninggal

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tim Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan mengungkap fakta baru kasus kematian Almarhum Arya yang terjadi pada Juli 2025 lalu.

Kuasa Hukum Nicholay Aprilindo menyebutkan, berdasarkan hasil audiensi bersama tim penyelidik Polda Metro Jaya pada Rabu (26/11/2025), ditemukan fakta baru bahwa almarhum Arya sering melakukan check in di hotel area Jakarta bersama seorang perempuan bernama Vara.

“Jadi penyelidik yang menjelaskan kepada kami bahwa privasi itu adalah dengan adanya fakta yang didapat oleh penyelidik, bahwa korban pernah melakukan check-in di hotel di Jakarta. Check-in itu bersama-sama dengan seorang wanita berinisial V atau yang selama ini sudah tersebar inisialnya V itu adalah bernama Vara,” kata Nicholay dalam Konferensi Pers di Senayan Avenue by Oto Lima, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).

Nicholay mengatakan, aktivitas check in keduanya berlangsung selama hampir 25 kali sebelum korban, almarhum Arya ditemukan meninggal dunia di indekosnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada bulan Juli 2025 lalu.

“Pemesanan tempat itu ada yang dilakukan oleh almarhum, ada yang dilakukan oleh Vara, melalui platform jasa pemesanan hotel. Itu sebanyak 24 sampai 25 kali,” ujarnya.

Nicholay mengaku berdasarkan keterangan dari tim penyelidik dalam audiensi, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap Vara sebanyak dua kali. Namun, dalam hal ini, pihaknya menilai polisi belum memperdalam temuan terkait check in hotel tersebut seperti apa alasan pemesanan hotel.

- Advertisement -

“Kemudian kami mempertanyakan, apakah Vara sudah diperiksa secara mendalam? Menurut penyelidik, Vara sudah diperiksa sebanyak dua kali. Yang saya pertanyakan adalah apakah sudah diperiksa kenapa dia memesan hotel? Untuk apa? Untuk kepentingan siapa? Itu tidak bisa dijawab,” kata Nicholay.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya telah mempertanyakan apakah terdapat tindakan asusila selama almarhum Arya dan Vara melakukan check in di hotel, namun tim penyelidik tidak memberikan jawaban.

“Pertanyaan selanjutnya saya sampaikan, apakah ada bukti tindak asusila yang dilakukan oleh almarhum dengan wanita tersebut di hotel? Karena gampang, CCTV bisa melihat setiap tamu yang masuk ke kamar. Ternyata tidak dapat dijawab,” ujarnya.

Menurutnya, fakta ini seharusnya bisa diperdalam lagi untuk membuka kebenaran dalam kasus kematian Diplomat Muda Kemlu, Arya Daru. Sebab, menurutnya, jika keduanya melakukan check in, seharusnya terdapat CCTV hotel yang merekam aktivitas keduanya. Namun, pihak penyelidik tidak memiliki bukti fisik mengenai fakta tersebut.

“Kalau kita sampaikan bahwa 24 kali almarhum bersama wanita bernama Vara itu check-in, kita harus menyertakan bukti yang betul-betul menyatakan mereka check-in dan masuk ke dalam kamar itu. Tapi ternyata tidak ada bukti untuk itu. Hanya bukti keterangan dari saksi reception, security dan pegawai dari platform jasa pemesanan hotel tersebut,” jelas Nicholay.

Nicholay lalu mempertanyakan terkait hubungan almarhum Arya melakukan check in hotel bersama Vara dengan kematian yang merenggut nyawa Arya. Jika ada hubungan, siapa pihak yang seharusnya merasa dirugikan ketika almarhum Arya melakukan check in bersama Vara.

“Dan hal pokok lainnya yang kami pertanyakan adalah, apakah kaitan check-in hotel itu dengan kematian almarhum? Teori kausalitasnya apa? Sebab akibatnya? Apakah dengan check-in hotel kemudian almarhum kehilangan nyawa atau meninggal? Kalau itu terjadi, kalau itu betul, siapa pihak yang dirugikan ketika mengetahui almarhum dan Vara check-in?,” pungkas Nicholay

Seperti diketahui, Diplomat Muda Kemlu Arya Daru ditemukan meninggal dalam keadaan wajah terlilit lakban di sebuah indekos di Menteng, Jakarta Pusat pada Juli lalu.
Usai ditemukan meninggal, polisi kemudian melakukan penyelidikan namun hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada keterlibatan pihak lain dan belum ada unsur pidana yang ditemukan dalam kasus tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Maria Hermina
Muhammad Ibnu Idris
Maria Hermina, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU