HOLOPIS.COM, JAKARTA – Henry Ford dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah industri otomotif global.
Ia merupakan pendiri Ford Motor Company, perusahaan otomotif asal Amerika Serikat yang hingga kini masih menjadi salah satu pemain besar di pasar kendaraan internasional.
Pengaruh Ford dalam membentuk arah industri otomotif modern sangat besar. Melalui inovasinya, mobil yang sebelumnya hanya dapat dimiliki kalangan elite berhasil diubah menjadi produk yang terjangkau dan bisa dinikmati masyarakat luas.
Konsep produksi massal yang ia kembangkan menjadi tonggak revolusi industri otomotif pada abad ke-20 dan masih relevan hingga saat ini.
Dikutip Holopis.com dari corporate.ford.com, Henry Ford lahir pada 30 Juli 1863 di Wayne County, Michigan, Amerika Serikat. Ia merupakan putra pasangan William Ford, seorang imigran Irlandia, dan Mary Litogot yang berasal dari Belgia.
Minat Ford terhadap mesin sudah terlihat sejak masa kecil. Ia kerap menghabiskan waktu di bengkel kecil yang ia bangun sendiri. Ketertarikannya itu berkembang pesat, hingga pada usia 15 tahun, Ford berhasil membuat mesin uap pertamanya.
Saat beranjak dewasa, Ford menjalani berbagai pekerjaan magang, mulai dari masinis di Detroit, mekanik di bengkel James F. Flower and Brothers, hingga bekerja di Detroit Dry Dock Company. Pada 1882, ia bekerja selama setahun memasang serta memperbaiki mesin uap Westinghouse di Michigan Selatan.
Perjalanan kariernya berlanjut ketika ia bergabung dengan Edison Illuminating Company di Detroit sebagai insinyur pada 1891. Dua tahun kemudian, kemampuan teknisnya membuat ia dipercaya menjadi kepala insinyur perusahaan tersebut.
Pada 1899, Ford memutuskan keluar dari Edison Illuminating Company. Bersama beberapa rekannya, ia mendirikan Detroit Automobile Company. Namun, perusahaan tersebut tidak bertahan lama dan mengalami kebangkrutan setelah sekitar 18 bulan beroperasi.
Meski demikian, Ford tidak menyerah. Ia tetap melanjutkan eksperimen dan pengembangan mobil balap. Salah satu pencapaian penting pada masa ini adalah kemenangannya dalam balapan Sweepstakes melawan Alexander Winton, yang mengangkat reputasinya sebagai inovator berbakat.
Pada 1901, ia mendirikan Henry Ford Company.

