Banjir Terjang Kabupaten Padang Pariaman, Lebih 600 Rumah Terendam

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, menetapkan status tanggap darurat bencana. Langkah itu diambil imbas banjir, longsor di berbagai lokasi di Padang Pariaman imbas cuaca ekstrem sejak Jumat (21/11).

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan penetapan status tanggap darurat itu merujuk kajian yang dilakukan dengan melihat dampak bencana.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Selain itu, menurut dia, penetapan status itu juga berdasarkan rekomendasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman.

John Kennedy meminta jajarannya hingga tim gabungan bergerak cepat membantu keselamatan warga dalam penanganan darurat.

- Advertisement -

“Seluruh personel BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, serta aparatur sipil negara di Padang Pariaman agar turun langsung membantu masyarakat di lokasi terdampak,” kata John, dalam keterangannya dikutip pada Selasa, (25/11/2025).

Daerah Padang Pariaman mengalami sejumlah jenis bencana sejak Jumat (21/11), imbas cuaca ekstrem yang masih terjadi belakangan. Menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih melanda Padang Pariaman dan sekitarnya hingga 27 November.

Adapun ratusan warga Padang Pariaman sudah dievakuasi ke posko pengungsian sementara. Pemkab juga sudah mendirikan delapan dapur umum untuk memastikan warganya bisa dapat pasokan makanan.

“Hari ini pemerintah daerah telah menyiapkan 2.000 paket makanan siap saji yang akan didistribusikan ke seluruh titik lokasi bencana,” kata John.

John menuturkan Pemkab Padang Pariaman juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu menangani bencana yang terjadi di daerahnya.

Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dilaporkan ada 4 sungai yang meluap yakni, Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak dan Batang Kamumuan. Luapan sungai itu berdampak terhadap tujuh kecamatan dan 14 nagari.

Adapun tercatat 608 KK atau 1.824 jiwa terdampak. Dengan laporan sementara, ada dua warga mengalami luka ringan serta seluruh warga terdampak telah dievakuasi secara mandiri maupun oleh tim gabungan. Belum ada laporan korban jiwa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis