Pesawat Diancam Bom saat Terbang, TNI Kerahkan Tim Khusus! Tegang di Lanud Sultan Hasanuddin

0 Shares

HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menggelar latihan penanganan ancaman bom di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin. Latihan itu bagian dari pelaksanaan manuver lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) 2025.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menyampaikan latihan itu juga sebagai upaya meningkatkan kemampuan satuan dalam merespons insiden berisiko tinggi di lingkungan penerbangan militer maupun sipil.

Dalam latihan itu dimulai dengan skenario ancaman yang diterima PT Angkasa Pura Indonesia melalui sambungan telepon dari pihak tidak dikenal. Ancaman itu terkait keberadaan bom pada pesawat komersial yang sedang terbang dari Manila menuju Denpasar.

Latihan penanganan ancaman bom di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin._HOLOPIS
Latihan penanganan ancaman bom di Apron Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin. (Foto: Puspen TNI).

Lalu, informasi itu diteruskan kepada Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini serta petugas ATC MATSC. Selanjutnya, diambil langkah penanganan sesuai prosedur tetap penanggulangan ancaman bom.

Pun, usai pesawat diarahkan mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin, rangkaian pengamanan yang terdiri dari VCP, Rantis Pasgat, Patroli Pomau, K-9, Hanlan, Ambulance, PK serta Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna mengawal pesawat menuju area isolasi.

Kemudian, seluruh unsur bergerak cepat melaksanakan prosedur pengamanan. Selain itu, melakukan blokade area, serta mengevakuasi penumpang dan awak pesawat sesuai tugas masing-masing.

Tim Jihandak Yon Zipur 8/Sakti Mandraguna melakukan deteksi, identifikasi, hingga pengamanan terhadap objek mencurigakan yang diduga sebagai bom. Selanjutnya, melaksanakan bomb disposal atau penjinakan bom sesuai standar penanganan.

Marsma TNI Arifaini mengatakan Latihan itu dirancang untuk menguatkan sinergi lintas instansi. Selain itu, mempercepat respons, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai protokol.

“Ancaman teror, termasuk bom di pesawat, merupakan tantangan nyata bagi dunia penerbangan,” kata Marsma Arifiani, dalam keterangannya, Jumat, (21/11/2025).

Dia menjelaskan, melalui latihan itu, setiap personel diharapkan bisa memahami tugas dan tanggungjawabnya secara tepat. Dengan demikian, personel bisa tanggap dengan merespons cepat, tepat, dan efektif dalam kondisi darurat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA