HOLOPIS.COM, TOKYO – Tensi memanas masih terjadi antara China dengan Jepang. Terbaru, China siap memberlakukan kembali larangan impor produk makanan laut Jepang.
Mengutip dari The Japan Times, sikap China itu karena hubungan memanasnya pertikaian diplomatik gegara omongan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan. Dengan sikap China yang marah maka siap-siap Jepang menghadapi potensi perselisihan yang berkepanjangan.
Kebijakan China itu seperti akan kembali ke larangan yang diberlakukan pada Agustus 2023. Saat itu, karena pembuangan air limbah olahan Jepang dari PLTN Fukushima No. 1.
Tapi, polemik itu selesai karena Tokyo dan Beijing mencapai kesepakatan pada bulan September 2024 untuk melanjutkan impor. Tapi, kini dinamika sepertinya berubah.
Kementerian Luar Negeri China tidak secara langsung mengonfirmasi langkah larangan itu. Tapi, sang juru bicara Kemlu China, Mao Ning mengatakan Jepang sejauh ini gagal memberikan dokumentasi teknis yang dijanjikan. Padahal, Beijing menilai itu sebagai prasyarat untuk impor makanan laut.

Mao juga tampaknya mengaitkan pernyataan Takaichi dengan larangan tersebut. Dia menyindir dengan mengatakan meski produk laut Jepang diekspor ke China, maka tak akan ada pasar untuk produk tersebut.
“Kami mendesak Jepang untuk mencabut pernyataan yang salah dan berhenti menimbulkan masalah serta mengambil tindakan nyata untuk melindungi fondasi politik hubungan bilateral,” kata Mao dalam konferensi pers yang dikutip dari The Japan Times pada Kamis, (20/11/2025).
Dia mengancam jika Jepang tak mencabut pernyataan kontroversial PM Takaichi maka China akan membalas dengan Tindakan yang serius.
“Jika Jepang menolak mencabut pernyataan tersebut, Tiongkok akan mengambil tindakan balasan yang serius, dan semua konsekuensinya akan ditanggung oleh pihak Jepang,” tutur Mao.
Pun, dari otoritas Jepang merespons manuver China soal penangguhan impor. Juru bicara utama Pemerintah Jepang membantah bahwa Tokyo sudah dihubungi terkait masalah tersebut oleh pihak Tiongkok.

