Dia menekankan dengan proyeksi Jakarta sebagai kota global maka kebudayaan sebagai elemen utama mesti di kedepankan.
“Mudah-mudahan hasilnya dapat memberi manfaat besar yang baik bagi IKJ dan tentunya bagi Jakarta sebagai kota global yang mengedepankan kebudayaan sebagai elemen utama,” kata Pramono.
Lebih lanjut, dia menambahkan, pengembangan kawasan Kota Tua sebagai etalase seni dan budaya bakal mulai aktif dilakukan tahun depan. Rencana itu seiring rampungnya pembangunan jalur MRT Fase 2A yang menghubungkan Monas hingga Kota Tua.
“Mulai tahun depan akan kami lakukan. Kami berharap panggungnya atau etalasenya yang digunakan IKJ, salah satunya ada di Kota Tua,” tutur Pramono.
Sementara, Rektor IKJ, Syamsul Maarif, mengapresiasi Pramono yang mendukung terhadap pengembangan IKJ dan revitalisasi kawasan seni di TIM. Dia bilang IKJ akan segera menyusun masterplan terintegrasi untuk membangun ekosistem seni dan budaya. Hal itu baik di Kota Tua maupun di TIM.
“Kita akan buat masterplan IKJ, baik di TIM dan Kota Tua, yang akan difungsikan sebagai etalasenya IKJ dan bagian dari kegiatan menyongsong ulang tahun ke-500 Kota Jakarta. Kami berharap, akses dapat dibuka, sehingga TIM dan IKJ menjadi satu ekosistem seni yang kuat,” tutur Syamsul.


