HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menilai bahwa Prabowo Subianto masih menempatkan pemberantasan korupsi sebagai agenda utama pemerintahannya saat ini.
“Saya sangat berharap kepada Presiden itu, bahwa korupsi ini memang menjadi salah satu program kerja utama beliau,” kata Laode M Syarif dalam sebuah dialog refleksi 1 tahun pemerintahan Prabowo di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Apalagi dalam berbagai kesempatan, Laode M Syarif menyebut jika Presiden Prabowo Subianto selalu membicarakan soal pemberantasan korupsi dan integritas para pejabat negara dalam menjalankan amanahnya.
Statemen yang terus disuarakan oleh Presiden Prabowo ini yang membuat dirinya sangat menaruh keyakinan jika semangat pemberantasan korupsi masih menjadi agenda utama Kepala Negara tersebut.
“Dari segi statemen yang disampaikan oleh Presiden untuk memberantas korupsi itu misalnya, Pak Prabowo mengatakan bahwa koruptor itu sampai ke kutub utara pun kita akan buru,” ujarnya.
Selain itu, hukuman maksimal bagi pelaku korupsi yang pernah digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto juga menjadi salah satu barometernya. Tak ketinggalan soal RUU Perampasan Aset yang kini tengah bergulir di DPR RI.
“Beliau mengatakan bahwa tadi (koruptor) harus dihukum maksimum, seperti itu. Beliau juga mengatakan bahwa undang-undang perempatan aset akan segera diundangkan. Nah itu kita tunggu seperti itu,” tegasnya.
Di samping itu, Laode Muhammad Syarif juga menaruh keyakinan pemberantasan korupsi kepada Prabowo, karena hanya di kepemimpinan Presiden ke 8 tersebut, tambang-tambang ilegal yang banyak dibekingi oleh oknum jenderal Polisi maupun TNI ditindak tegas.
“Dan ada beberapa hal konkret yang sudah dibuat. Yang saya senang misalnya soal penguasaan lahan kebun dan tambang-tambang, yang dulu tidak pernah orang berani mengatakan bahwa para Jenderal polisi dan tentara di belakang tambang-tambang itu, dan hari ini dibicarakan oleh Prabowo, masyarakat sangat berharap untuk itu,” tuturnya.

