HOLOPIS.COM, JAKARTA – Apakah Sobat Holopis tahu beberapa tanaman dipercaya oleh kalangan masyarakat bukan hanya sebagai hiasan, tetapi berguna sebagai penangkal gangguan makhluk halus dan setan? Meskipun terlihat seperti hiasan atau berguna sebagai pengharum ruangan, tetapi beberapa tanaman dipercaya bisa menjadi “Penjaga Tak Kasat Mata” bagi pemiliknya.
Berdasarkan sudut pandang agama dan pendahulu, terdapat beberapa tanaman yang konon katanya bisa mengusir setan, jin atau kiriman yang bersarang di rumah. Untuk lebih jelas, yuk simak ulasan di bawah ini.
Pohon bambu terkenal dikalangan masyarakat sebagai tempat bersarangnya makhluk halus seperti wewe gombel. Tetapi, berbeda dengan pohon bambu kuning. Meski terlihat cantik seper tanaman hias, tetapi pohon ini dipercaya ampuh mengusir Jin dan menghilangkan gangguan gaib.
Fakta menarik lainnya, pohon bambu kuning juga dipercaya masyarakat dahulu dapat menangkal niat buruk atau niat jahat dari orang asing. Contohnya bisa menangkal perampok yang ingin mencuri atau merampok rumah.
Tebu Ireng
Tebu ireng atau tebu wulung berbeda dengan jenis tanaman tebu lainnya. Banyak penduduk di daerah pulau Jawa mempercayai bahwa menanam Tebu Ireng di depan rumah dapat melindungi dan menangkal berbagai gangguan gaib.
Selain berfungsi sebagai penjaga, tanaman tebu ireng dengan warna hitam pekat yang ditanam di depan rumah akan memiliki efek lebih dahsyat dalam menjaga dari gangguan-gangguan gaib.
Kelor
Tanaman kecil satu ini bukan hanya memiliki khasiat bagi kesehatan saja, melainkan memiliki fungsi dalam dimensi spiritual. Dikutip dari Holopis.com, dalam tradisi Jawa, tanaman kelor dipercaya sebagai “pohon kehidupan” yang dapat menangkal ilmu hitam, santet, dan energi negatif lewat ritual keagamaan dan tradisi turun-temurun pada leluhur.
Salah satu tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan adalah dengan memukul lembut menggunakan 21 tangkai daun kelor pada tubuh seseorang. Dengan begitu maka dipercaya dapat mengeluarkan dan menetralkan tubuh seseorang dari serangan jin atau santet.


