HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dalam upaya mendongkrak industri yang telah menyumbang Rp1.532 triliun terhadap PDB nasional, Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya pada Kamis (9/10/2025) meluncurkan Ekraf Hub. Platform ini menjadi inisiatif strategis kementerian untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif nasional.
Platform digital ini didapuk sebagai terobosan dan “rumah kolaborasi” masif, yang secara langsung menghubungkan dan memberdayakan lebih dari 26,47 juta pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia, menandai langkah strategis kementerian dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor vital ini.
Ekraf Hub dirancang sebagai portal multifungsi yang tidak hanya berfungsi sebagai database bagi para pegiat, tetapi juga sebagai ruang sinergi, etalase promosi karya, dan penghubung antara kreator dengan calon pembeli serta mitra potensial.
“Ekraf Hub selain merupakan database, juga menjadi tempat berkolaborasi antara kreator dengan calon pembeli. Kami berharap platform ini menjadi akselerator yang membantu para pegiat Ekraf di Indonesia mencapai level berikutnya, bahkan ke ranah internasional,” jelas Menteri Teuku Riefky Harsya dalam jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta.
Visi kementerian untuk menjadikan industri kreatif sebagai ‘the new engine of growth’ dipertajam dengan target ambisius hingga tahun 2029. Berdasarkan data 2024, nilai ekspor Ekraf tercatat mencapai 25,10 miliar USD dengan serapan tenaga kerja sebesar 26,47 juta orang.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Ekraf, Reslyana Dwitasari, menegaskan bahwa Ekraf Hub akan berfungsi sebagai inkubasi sekaligus akselerator untuk meningkatkan hasil produk hingga hak kekayaan intelektual (IP).
Target capaian industri kreatif yang ambisius pada tahun 2029 mencakup beberapa indikator utama, yaitu rasio kontribusi PDB Ekraf terhadap PDB nasional sebesar 8,37%, penyerapan tenaga kerja hingga 27 juta orang, peningkatan laju ekspor Ekraf sebesar 5,96%, dan pertumbuhan investasi Ekraf yang ditargetkan mencapai 8,08%.
Peluncuran ini disambut positif oleh pelaku industri, termasuk Youtuber Deryansha dari Kasisolusi. Menurutnya, platform ini adalah kabar gembira bagi pegiat ekraf daerah karena bisa membuka potensi bagi mereka untuk ikut berkembang.
Acara peluncuran tersebut turut dimeriahkan dengan sesi creator’s talk yang menghadirkan tokoh industri seperti Putri Tanjung (Direktur TransMedia), Deryansha (CEO Kasisolusi), serta sesi sharing session dari kreator ‘Si Juki’, Faza Meonk, dan CEO Dicoding, Narenda Wicaksono. Berbagai stakeholder dari K/L, asosiasi kreatif, dan pelaku dari 17 subsektor ekraf juga turut hadir.

