HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memperpanjang masa pendaftaran Program Magang Nasional 2025 hingga 15 Oktober 2025. Sebelumnya, batas akhir pendaftaran dijadwalkan berakhir pada 12 Oktober 2025.
Pengumuman tersebut disampaikan Kemnaker melalui video di akun media sosial resminya pada Kamis (9/10). Dengan adanya perpanjangan ini, peluncuran atau kick off Batch Pertama juga ikut diundur dari 15 Oktober menjadi 20 Oktober 2025.
“Rekanaker gak perlu panik saat mendaftar karena pendaftaran peserta diperpanjang sampai 15 Oktober 2025, dan kick off Batch Pertama akan dimulai pada 20 Oktober 2025!” tulis Kemnaker dalam unggahannya, dikutip astakom.com, Jumat (10/10).
Kemnaker menjelaskan bahwa perpanjangan ini dilakukan karena sebelumnya ada gangguan teknis pada sistem MagangHub, platform resmi bagi calon peserta untuk mendaftar. Langkah ini diambil agar seluruh pendaftar memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program nasional tersebut.
Program Strategis untuk Fresh Graduate
Program Magang Nasional merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi 8+4+5 yang dirilis pemerintah atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang lulus maksimal satu tahun terakhir.
Tujuan utama program ini adalah untuk mengenalkan dunia kerja, meningkatkan kompetensi di bidang keilmuan masing-masing, serta memberikan pengalaman kerja nyata agar peserta memiliki peluang lebih besar untuk diterima di dunia profesional.
Fasilitas Peserta Magang Nasional
Peserta yang lolos akan memperoleh berbagai fasilitas dari pemerintah, termasuk uang saku setara upah minimum yang disalurkan langsung melalui Bank Himbara. peserta juga mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM), yang seluruhnya ditanggung oleh pemerintah.
Tak hanya itu, setiap peserta juga akan mendapatkan mentor dari perusahaan mitra sebagai pembimbing selama masa magang.
Pada tahap pertama, program ini menargetkan 20.000 lulusan baru perguruan tinggi untuk mengikuti magang selama enam bulan. Pemerintah berencana menambah jumlah peserta pada gelombang berikutnya apabila minat dari para fresh graduate terus meningkat.


