HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bagi masyarakat perisis laut Jawa dan Bali, latoh atau anggor laut, atau bulung boni adalah sesuatu yang tidak asing lagi. Namun bagi masyarakat di perkotaan dan pegunungan, bisa jadi salah satu keluarga rumput laut tersebut masih banyak yang tidak tahu.
Tumbuhan laut bernama laut Caulerpa sp. tersebut bisa dianggap sebagai alga hijau. Bentuknya seperti rumput namun ada wujud seperti anggur kecil yang ketika dimakan seperti meletup-letup lembut di mulut.
Selain itu memiliki tekstur lunak keras dan siphonous. Dengan rumpun berbentuk percabangan dari yang sederhana sampai yang kompleks sebagai representatif dari akar, batang, dan daun yang menjalar.
Bahkan cara memakannya tidak perlu dimasak, cukup dicuci bersih, tinggal dimakan baik lawaran, maupun dicampur dengan urap kepala muda maupun pecel sambal.
Siapa sangka, tumbuhan laut yang biasa hidup di kawasan lautan tropis dan subtropis seperti di Indonesia ini memiliki banyak sekali kandungan yang penting untuk tubuh dan kesehatan manusia. Salah satunya adalah antikarsinogenik, yakni sebuah zat atau senyawa yang dapat mencegah atau menghambat perkembangan kanker. Zat ini bekerja dengan cara memperkuat pertahanan alami tubuh terhadap kanker, menonaktifkan zat karsinogen (penyebab kanker), atau memblokir mekanisme kerja karsinogen, seperti kerusakan DNA akibat radikal bebas.
Selain itu, latoh juga memiliki kandungan serat, selenium, dan zinc yang tinggi. Maka dengan memakan latoh akan membantu menjaga dan melancarkan sistem pencernaan, memicu fungsi tiroid hingga menjaga kekebalan tubuh karena adanya antioksidan di dalamnya, serta menjaga imunitas yang mampu mempercepat penyembuhan luka, kesehatan kulit, rambut dan kuku.
Selain itu, Caulerpa atau latoh juga digunakan dalam penggunaan di akuarium untuk ikan hias yang berasal dari laut, sebagai hiasan yang bisa menstabilkan kualitas air dalam akuarium.
Latoh tumbuh menempel pada dasar laut yang berbatu atau benda padat lainnya, dan ketersediaannya bergantung pada faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, dan kecerahan perairan. Sehingga tumbuhan laut ini tidak selalu bisa ditemui setiap hari. Namun akan sangat mudah didapat bahkan dijumpai di pasar tradisional ketika musim kemarau atau panas.
Bagi Anda yang sedang berada di sekitar pesisir Jawa, seperti di Jepara misalnya di musim panas, cobalah ke pasar tradisional seperti di Pasar Mlonggo maupun Bangsri untuk mencari rumput laut yang unik, lezat dan bermanfaat yang satu ini.



