Melki Laka Lena mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Justru, kata dia, keterbatasan harus menjadi pemicu lahirnya kreativitas dan solusi baru.
“Keterbatasan anggaran bukan masalah, tapi tantangan. Kita di NTT sudah terbiasa dengan keterbatasan. Yang penting, setiap pekerjaan harus efisien, efektif, terukur, dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta para pejabat untuk menghapus mentalitas administratif dan menggantinya dengan semangat kerja nyata yang menghasilkan perubahan konkret.
“Kita bukan sekadar bekerja supaya terlihat sibuk. Ukurannya sekarang adalah dampak. Apa yang kita kerjakan harus terasa manfaatnya untuk masyarakat,” katanya.
“Jabatan ini adalah ladang pengabdian, bukan tempat mencari kehormatan. Mari melayani dengan hati, bekerja dengan nurani. Ayo kerja nyata, bukan kerja biasa! Ayo memimpin dengan teladan, mengabdi tanpa pamrih! Ayo bangun NTT!,” seru Gubernur Melki penuh semangat.
Turut hadir dalam acara Pelantikan tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, PLH Sekda NTT, jajaran Forkopimda NTT, pimpinan OPD, serta keluarga pejabat yang dilantik.


