HOLOPIS.COM, KARAWANG – Warga Dusun Munjul Kaler, Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan muda yang mengapung di aliran Sungai Citarum, Selasa (7/10).
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang tengah bekerja di sekitar bantaran sungai. Saat itu, ia melihat benda mencurigakan mengapung di permukaan air.
Awalnya, warga mengira benda tersebut hanyalah boneka yang hanyut terbawa arus. Namun setelah diamati lebih dekat, ternyata benda itu merupakan tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa.
Kaget dengan temuan tersebut, warga segera berteriak meminta bantuan dan melaporkan kejadian itu kepada aparat desa. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Tak berselang lama, petugas dari Polres Karawang bersama Tim Inafis tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jasad korban.
Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mewakili Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi arus sungai yang cukup deras dan posisi jenazah yang sulit dijangkau.
“Petugas langsung mengevakuasi jenazah ke RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan proses identifikasi korban,” ujar Cep Wildan saat dikonfirmasi Holopis.com, Rabu (8/10).
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diperkirakan berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 25 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berwarna gelap dan tidak membawa identitas diri. Kondisi tubuh korban sudah mulai membengkak, diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab kematian korban serta kemungkinan lokasi awal sebelum jasadnya terbawa arus ke Sungai Citarum. Petugas juga tengah menelusuri laporan orang hilang yang mungkin berkaitan dengan temuan ini.
“Kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai agar segera melapor ke pihak kepolisian,” tambah Cep Wildan.
Penemuan mayat ini sempat menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga berdatangan ke tepi sungai untuk melihat proses evakuasi yang berlangsung sekitar satu jam. Petugas pun memasang garis polisi di lokasi penemuan untuk mengamankan area dan menghindari kerumunan berlebihan.
Sementara itu, pihak kepolisian berharap masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban hingga hasil penyelidikan dan autopsi selesai dilakukan.


