JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dengan PT Basis Infrastruktur Sentosa (BSIS) untuk pembangunan jalan tol Bogor-Serpong via Parung dengan nilai investasi mencapai Rp12,3 triliun.
PT BSIS merupakan konsorsium yang terdiri dari PT Persada Utama Infra sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 51 persen, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 26 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12 persen, dan PT Hutama Karya 10 persen.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Willan Oktavian menjelaskan, proyek tol ini memiliki panjang 32,03 km, terdiri dari 27,83 km di Provinsi Jawa Barat dan 4,2 km di Provinsi Banten. Pembangunan jalan tol akan terbagi menjadi empat seksi.
“Seksi 1 Junction Salabenda sampai Simpang Susun Pondok Udik sepanjang 3,97 km. Selanjutnya Seksi 2 Simpang Susun Pondok Udik sampai Simpang Susun Putat Nutug sepanjang 9,27 km. Lalu Seksi 3 Simpang Susun Putat Nutug sampai Simpang Susun Rumpin sepanjang 8,23 km. Seksi 4 Simpang Susun Rumpin sampai Junction Serpong sepanjang 10,56 km,” kata Willan, dikutip Holopis.com, Senin (6/10/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan pembangunan jalan tol ini akan menggunakan skema kerja sama dengan badan usaha, sehingga tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“InsyaAllah tanpa menggunakan APBN, skema kerjasama pemerintah badan usaha adalah menggunakan metode bangun guna serah yang telah banyak dilaksanakan di dalam pembangunan jalan tol di Indonesia,” ujarnya.
Menurut rencana, konstruksi tol Bogor-Serpong via Parung akan dimulai pada tahun 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2028. Sementara itu, proses pembebasan lahan akan dimulai pada awal 2026. “Pengadaan tanah akan dimulai awal tahun 2026. Diharapkan mendukung pengembangan konektivitas,” kata Willan.
Tol Bogor-Serpong via Parung merupakan bagian dari pengembangan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) III. Jalan tol ini akan terkoneksi dengan Tol Depok-Antasari, serta ke depan dihubungkan dengan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat.
“Proyek ini menghubungkan dengan jalan tol yang sudah ada yaitu di sebelah barat yakni Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja), kemudian nanti menyambung juga dengan Tol Bogor Outer Ring Road atau BORR,” jelasnya.
Pembangunan jalan tol ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor, Tangerang, dan sekitarnya.


