JAKARTA – Arab Saudi dan Qatar pada Rabu (24/9) mengumumkan pemberian bantuan keuangan bersama senilai 89 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.680) untuk Suriah, sebagaimana dilaporkan Saudi Press Agency. Bantuan tersebut diberikan melalui Dana Pembangunan Arab Saudi dan Dana Pembangunan Qatar untuk mendukung pegawai sektor publik di Suriah selama tiga bulan.
Program ini diimplementasikan dengan koordinasi Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan dirancang untuk meningkatkan mata pencaharian berkelanjutan serta mendorong pemulihan ekonomi yang lebih inklusif.
“Bantuan ini juga akan memperkuat sistem, meningkatkan inklusivitas sektor keuangan, dan berkontribusi pada tujuan pembangunan jangka panjang di Suriah,” demikian kata para pejabat, dikutip Holopis.com, Kamis (25/9).
Sebelumnya pada bulan ini, Dana Pembangunan Arab Saudi juga memberikan hibah berupa 1,65 juta barel minyak mentah untuk Suriah. Pada Agustus lalu, Arab Saudi menandatangani satu perjanjian dan enam nota kesepahaman (MoU) dengan otoritas Suriah di sela-sela Pameran Internasional Damaskus, yang mencakup kerja sama di berbagai sektor energi.
Sebelumnya diberitakan Holopis.com, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah Geir Pedersen, pada Kamis (21/8), memperingatkan soal iklim politik yang memburuk di tengah situasi keamanan yang genting di Suriah.
Gencatan senjata di Sweida, Suriah, pada 19 Juli lalu telah berada di bawah tekanan, tetapi sejauh ini berhasil mencegah dimulainya kembali konflik terbuka. Namun, tindakan permusuhan dan bentrokan yang berbahaya di pinggiran Sweida masih terjadi, dan aksi kekerasan dapat kembali pecah kapan saja, ungkapnya kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pengarahan bulanan.

